Indrian Safka Fauzi
Indrian Safka Fauzi Full Time Blogger

🌏 Akun Pertama 🌏 My Knowledge is Yours 🌏 The Power of Word can change The World, The Highest Power of Yours is changing Your Character to be The Magnificient. 🌏 Sekarang aktif menulis di Akun Kedua, Link: kompasiana.com/rian94168 🌏

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

Munajat Cinta dalam Doa

8 April 2022   04:00 Diperbarui: 29 April 2022   16:15 1271
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Munajat Cinta dalam Doa
Freepik

Salam berjumpa kembali sahabat kompasiana! Rian kembali menulis cita dan asa untuk kawanku terkasih di tema Tebar Hikmah Ramadhan.

Sejatinya Doa itu memiliki kualifikasi agar dapat diijabah dan berdampak hebat bagi kehidupan kita. Maka berikan sentuhan cinta kepada Tuhan di setiap munajat Doa kita.

Kalau berdoa kepada Allah, jangan minta materi dan kenikmatan, itu namanya kurang beretika kawan! Seperti memperlakukan Allah untuk berpesugihan saja! Mengapa kalau anda minta demikian dinyatakan kurang beretika? Karena nanti di akhirat Allah minta pertanggungjawaban atas pemberianNya kepada kita berupa materi dan kenikmatan. Kita akan ditanya di Yaumul Hisab, "Darimana materi itu diperoleh? Untuk apa? dan Karena apa? Dan kita akan dicercar pertanyaan oleh Allah kelak mempertanyakan pertanggungjawaban atas materi dan kenikmatan yang diperoleh.

Materi dan Kenikmatan itu bukan untuk diminta, tapi untuk disyukuri. Ini adalah Rumus mutlak Al-Quran kawanku. Seperti yang tertera pada Surah Ibrahim ayat 7, silahkan dibaca.

Rian berbagi resep berdoa, agar Allah tambah rezeki berupa materi dan kenikmatan untuk kita semua, berikut:

"Rabbighfirli Waliwalidayya Warhamhuma Kamaa Rabbayani Saghira."

"Yaa Allah Yaa Rohman Yaa Rahim, terima kasih atas segala nikmat yang Kau berikan... Nikmat Iman... Nikmat Islam... Nikmat Hidup... Karunia makan, minum, tidur, bernafas dan kesehatan... dan kenikmatan yang tidak bisa Hamba sebut satu per satu..."

"Yaa Allah terima kasih atas rezeki halal dan thayyib yang melimpah ruah..."

"Yaa Allah terima kasih atas jalan penghidupan yang aman, damai dan tentram..."

"Yaa Allah terima kasih atas segala perlindungan mu dari musibah, bencana, malapateka, wabah penyakit, wabah corona, dari kedzaliman orang dzalim, kedengkian orang dengki, kejahatan orang jahat, kelicikan orang licik, dan tipu daya orang-orang munafik..."

"Yaa Allah terima kasih engkau telah memberikan kami ketenangan jiwa, dan kebahagiaan hidup yang sejati."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun