Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Berdonasi Itu Sangat Baik, Tertipu Itu Menyakitkan

3 April 2024   04:52 Diperbarui: 3 April 2024   04:57 709
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Berdonasi Itu Sangat Baik, Tertipu Itu Menyakitkan
Ilustrasi dok. liputan6.com, dimuat eramadani.com

Banyak cara untuk memancing rasa belas kasihan seseorang. Hebatnya, orang Indonesia terkenal sebagai yang paling gampang tergugah rasa ibanya dan bermurah hati kepada orang lain.

Bahkan, meskipun Indonesia belum tergolong sebagai negara kaya, namun terkenal sebagai negara yang penduduknya paling dermawan di dunia.

Memang, untuk membantu orang lain, kita tak harus jadi orang kaya terlebih dahulu. Artinya, orang yang penampilannya sederhana, boleh-boleh saja jika ingin membantu orang lain.

Banyak orang yang punya uang sangat terbatas, tapi tetap memberikan sebagian uangnya pada mereka yang dinilai lebih membutuhkan.

Ada semacam kebahagiaan tersendiri setelah kita memberikan bantuan kepada orang yang kita anggap nasibnya tidak seberuntung kita.

Tapi, pernahkah terpikir oleh kita untuk mempertanyakan, betulkah orang yang kita beri itu layak menerima bantuan? Jangan-jangan ia orang yang pintar bersandiwara.

Bukankah ada kisah pengemis yang menadahkan tangan di tempat banyak orang berlalu lalang, setelah diciduk Satpol PP, ketahuan bahwa ia orang yang punya banyak uang di rumahnya.

Kisah seperti itu terjadi di banyak kota, kalau tak percaya coba saja menelusurinya dari sejumlah media daring.

Ada pengemis yang di rumahnya menyimpan uang puluhan juta rupiah. Ada pula yang berhasil membangun rumah bagus di kampungnya.

Modus pura-pura cacat, pura-pura gembel, dan menggunakan anak kecil atau bayi yang bukan anak si pengemis, adakah skenario yang biasa dimainkan si pengemis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun