Alifis@corner
Alifis@corner Seniman

Sebagaimana adanya, Mengalir Seperti Air | Blog : alifis.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Pilek dan Sariawan, Teman Sekaligus Ujian Kala Ramadan

28 April 2020   22:33 Diperbarui: 28 April 2020   22:57 534
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pilek dan Sariawan, Teman Sekaligus Ujian Kala Ramadan
Gaya Hidup. Sumber ilustrasi: PEXELS

Puasa adalah Ujian

Puasa Ramadan selalu dirindukan seorang mukmin dimanapun berada. Bulan penuh ampunan, bulan penuh rahmat dengan pahala berlipat-lipat. Ada rupa ada harga. Konsekuensi logis dari semua kebaikan tersebut maka disertai ujian-ujian.

Dari subuh sampai maghrib tidak boleh makan, minum, berbuat keburukan dari yang paling halus seperti bersuudzon dalam hati sampai yang besar berbuat kejahatan di tengah masyarakat. Dari berbicara sia-sia sampai melakukan perbuatan syahwat. Bukan berarti kemudian berdiam diri. Justru harus semakin produktif bekerja dan beribadah.

Selepas berbuka puasa, malam hari dipenuhi dengan ibadah sholat tarawih dan tadarus Al Qur'an. Semua hal itu mesti dijaga selama sebulan penuh, dengan tren terjaga, semakin hari semakin naik kuantitas dan  kuantitasnya.

Tidak dapat dipungkiri, ujian puasa begitu komplit. Komprehensif semua aspek baik fisik-psikis, jiwa raga, mental-spiritual. Ujian tersebut begitu berat bagi kebanyakan umat Islam. Sehingga disebutkan dalam hadits Nabi,  "Berapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja."

Untuk itulah setiap orang Islam harus meningkatkan level spiritualitasnya dari level muslim menjadi mukmin sehingga mampu menjalankan puasa dengan berbagai ujiannya secara sukses, dan diakhir Ramadhan mampu mencapai level Muttaqin. Inilah level yang diimpikan setiap orang yang menjalankan ibadah puasa.

Ujian fisik adalah secuil ujian yang paling ringan bagi orang berpuasa. Tidak makan dan minum dari subuh sampai maghrib, bisa dimaknai sebagai perpindahan jam makan. Nabi SAW sendiri memberi kemudahan dalam ajarannya untuk mengakhirkan waktu kala sahur dan menyegerakan berbuka saat beduk maghrib. Betapa mudah dan tidak memberatkan.

Cuaca dan Ujian Fisik

Sedikit tantangan bisa datang dari cuaca. Daya tahan tubuh bisa lemah jika tidak bijak menghadapi cuaca. 10 tahun terakhir awal Ramadan selalu masuk di musim kemarau. 2010 di 10 Agustus, 2011 di 1 Agustus, 2012 di 20 Juli, 2013 di 9 Juli, 2014 di 28 Juni, 2015 di 18 Juni, 2016 di 2017 di 26 Mei, 2018 di 17 Mei, 2019 di 6 Mei, dan 2020 ini di 24 April.

Mungkin di beberapa daerah masih ada hujan, tetapi di Kota Kupang khususnya dan propinsi NTT umumnya sudah tidak ada hujan. Bisa difahami karena karakter klimatologi NTT cenderung kering dengan musim kemarau lebih panjang dari musim hujan. Tercatat hanya 4 bulan efektif diguyur hujan yaitu Desember - April.

Ketika kemarau, udara di luar begitu kering dan panas menyengat. Udara kering menyebarkan debu dan kuman yang amat halus yang dapat menganggu kesehatan. Jadi, saat puasa kali ini, aku sedikit mengalami tersumbat hidung karena pilek dan dititipi sariawan 1 buah di bibir bawah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun