Johanis Malingkas
Johanis Malingkas Penulis

Menulis dengan optimis

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Artikel Utama

Memberi dan Menerima Hampers Lebaran, Kenapa Tidak?

24 April 2022   07:47 Diperbarui: 24 April 2022   17:30 1590
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Memberi dan Menerima Hampers Lebaran, Kenapa Tidak?
Hampers Lebaran.|Freepik via parapuan.co

Memberi dan menerima Hampers Lebaran menjadi fenomena tren dikala jelang perayaan hari raya Idul Fitri. Sudahkah Anda mengirim atau memberi hampers tahun ini? Ataukah sudahkan Anda menerima nya di rumah?

Jawabannya hanya Anda yang tahu!

Tradisi yang tren jelang hari Lebaran

Setiap tahun jelang hari raya Idul Fitri akan terlihat fenomena memberi dan menerima sebuah paket yang dikenal dengan istilah hampers. Ini istilah asing yang bermakna sebagai paket kiriman dalam sebuah keranjang yang telah dihias cantik. Hampers mirip istilah parcel (parsel) yang dibedakan dalam bentuk paketnya.

Paket parsel ini nampak dikemas dalam bentuk rapi terbungkus artinya isinya tak terlihat dari luar. Hampers dikemas dalam sebuah keranjang terbuat dari rotan sehingga isinya dapat terlihat dari luar (transparan).

hampers lebaran (Sumber: Kompas.com)
hampers lebaran (Sumber: Kompas.com)

Fenomena memberi dan menerima hampers ini saya anggap sebagai suatu aktivitas yang memiliki nilai sosial dan ekonomi/bisnis. Hampers lebaran menjadi sarana menciptakan suasana jalinan rasa persaudaraan dan kekeluargaan. Antara pihak pengirim dan penerima akan merasakan senang dan bahagia dalam hatinya yang tidak dapat dinilai dengan materi. 

Disisi lain, fenomena ini akan menghadirkan pribadi atau kelompok bisnis, mereka yang berjiwa wirausaha akan mendapatkan kesempatan dan peluang berwirausaha di bidang pengadaan dan produksi hampers lebaran. Sekaligus akan menggairakan usaha jasa pengiriman barang yang akan mendapatkan penghasilan tambahan dari kegiatan pengirimannya.

Problematik.

Tidak semua orang akan merasakan nuansa mengirim atau memberi dan menerima paket hampers lebaran. Masalah pandemi covid-19 yang melanda selama dua tahun ini berdampak terhadap kesehatan dan penghasilan keluarga yang terbatas. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun