kaekaha
kaekaha Wiraswasta

(Mantan) Musisi, (mantan) penyiar radio dan (mantan) perokok berat yang juga penyintas kelainan buta warna parsial ini, penikmat budaya nusantara, buku cerita, sepakbola, kopi nashittel, serta kuliner berkuah kaldu ... ingin sekali keliling Indonesia! Email : kaekaha.4277@yahoo.co.id

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Mengaktifkan Fitur LOGIKA untuk Ramadan Hemat Finansial Sehat!

15 Maret 2025   22:19 Diperbarui: 15 Maret 2025   22:19 570
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Mengaktifkan Fitur LOGIKA untuk Ramadan Hemat Finansial Sehat!
Penawaran Harga Terbaik | @kaekaha

Sudah menjadi kelaziman di Indonesia, momentum datangnya bulan Ramadan yang dilanjut dengan hari raya Idul Fitri, selalu diiringi dengan tren kenaikan harga-harga barang, terutama harga kebutuhan barang pokok atau yang lebih kita kenal sembako alias "sembilan bahan kebutuhan pokok" sehari-hari.

Diantara daftar sembako, seperti  beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan ayam. telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, juga garam, dengan alasan mekanisme pasar, kecuali garam harganya bisa terkerek naik satu-persatu per-komoditi ataupun berbarengan atau bersama-sama.

Baca Juga Yuk! Bisa Kok "Nggak Nyampah" Sejak dalam Pikiran, Ini Caranya!

Biasanya, tren kenaikan harga-harga barang yang selalu diiringi dengan jeritan pilu masyarakat kecil ini akan ditindaklanjuti oleh pemerintah melalui instansi-intansi pelaksana di lapangan dengan operasi pasar, dengan dalih untuk meringankan beban masyarakat yang seharusnya menikmati hari-hari bahagia di hari raya.

Mekanisme operasi pasar sebagai upaya strategis pemerintah untuk mengendalikan harga-harga barang di pasar, biasanya dilakukan dengan cara menjual langsung barang-barang sembako tertentu yang harga pasarnya terdeteksi melambung tinggi, ke masyarakat  dengan harga yang jauh lebih murah, setelah mendapatkan subsidi dari pemerintah. Efektif? 

Beras Banjar Salah Satu Sembako yang Sering Naik | @kaekaha
Beras Banjar Salah Satu Sembako yang Sering Naik | @kaekaha

Situasi pasar yang bergejolak ini, tentu saja tidak luput dari perhatian retailer-retailer bermodal kuat dari level mini market, terutama yang berjaringan nasional yang sekarang sudah merambah gang-gang di pinggiran kota. Tahu kan? Sampai pusat-pusat perbelanjaan ternama di seluruh Indonesia yang juga dikenal sebagai modern market.

Dengan cerdiknya, mereka yang juga didukung dengan infrastruktur teknologi canggih yang memungkinkan untuk membuat program marketing yang efektif dan esisien, akan berusaha menjaring pembeli sebanyak-banyaknya pada momentum peak season ini dengan berbagai macam program, terutama program pengurangan harga alias diskon yang angkanya bisa saja gila-gilaan dan nggak masuk akal!

Baca Juga Yuk! Semua Menang, Semua Senang di "War Takjil" Pasar Wadai, Banjarmasin

Menyikapi gencarnya iklan promo dengan diskon besar-besaran yang biasanya berbatas waktu dari pusat perbelanjaan dan juga jaringan minimarket nasional di sekitar rumah, sebaiknya kita tenang-tenang saja! Tidak perlu panik apalagi kalap karena terjebak dalam euforia berlebihan, kita hanya perlu sedikit  lebih bijaksana untuk menekan "tombol" LOGIKA di alam sadar kita.

Selanjutnya, manfaatkan LOGIKA kita yang sudah aktif untuk melakukan screening, memilih dan memilah barang-barang yang dipromokan masuk kriteria  kebutuhan atau keinginan. Segera singkirkan barang yang masuk kriteria keinginan dan ambil barang-barang yang masuk list kebutuhan sesuai skala prioritas terkini atau teraktual saat ini!

Susun List Skala Prioritas untuk Bahan Pokok yang Masuk Daftar Kebutuhan Selama Ramadan | @kaekaha 
Susun List Skala Prioritas untuk Bahan Pokok yang Masuk Daftar Kebutuhan Selama Ramadan | @kaekaha 
Insha Allah dengan strategi ini,  goals kita Ramadan Hemat, Finansial Sehat akan berhasil, bahkan kita juga bisa berada pada level mindfull shopping yang menguntungkan! Kok bisa?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

Nunggu Bedug Makin Seru di Bukber Kompasianer

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.

Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun