(Mantan) Musisi, (mantan) penyiar radio dan (mantan) perokok berat yang juga penyintas kelainan buta warna parsial ini, penikmat budaya nusantara, buku cerita, sepakbola, kopi nashittel, serta kuliner berkuah kaldu ... ingin sekali keliling Indonesia! Email : kaekaha.4277@yahoo.co.id
Qatar Airways "Kepingan Puzzle" Terakhir dari Misiku Ke Baitul Maqdis?
"Tempat yang layak dijadikan tujuan safar hanyalah tiga masjid. Yaitu; Masjid Ka'bah, Masjidku (masjid Nabawi) dan Masjid Iliya (masjidil Aqsha)." HR. Muslim no. 2476
Hadits dari HR. Muslim no. 2476 diatas, menjadi inspirasi utama saya untuk menyusun skala prioritas sekaligus strategi untuk bisa jalan-jalan sampai ke berbagai destinasi wisata idaman di manca negara.
Sebagai bentuk ketaatan saya kepada Rasulullah SAW, yang menyebut hanya Masjidil Haram (Kota Makkah), juga Masjidil Nabawi (Kota Madinah) yang keduanya berada di Saudi Arabia, plus Masjidil Aqsha (Kota Al Quds atau Baitul Maqdis) di Palestina sebagai tempat yang layak dijadikan sebagai tujuab safar atau perjalanan, maka sayapun merasa perlu untuk menjadikan ketiga masjid berikut seisi kota tempatnya berdirinya sebagai prioritas perjalanan luar negeri saya.
Baca Juga Yuk! Berusaha Melazimkan Setiap Detik Waktu Kita Bernilai Ibadah
Saya meyakini, Rasulullah SAW pasti mempunyai alasan yang kuat hingga mengeluarkan pernyataan yang ternyata juga terekam dalam beberapa nomor hadits sahih yang berbeda dengan periwayatan berbeda pula. Itu maknanya, isi hadisnya penting, karena bisa jadi disampaikan Rasulullah beberapa kali kepada sahabat yang berbeda-beda dan di waktu yang berbeda-beda pula. Wallahu a'lam.
Lantas Apa nggak boleh, kita umat Islam safar ataupun jalan-jalan selain ke tiga tempat yang direkomendasikan Rasulullah SAW diatas?
Kalau saya memahaminya, boleh saja kita safar ke tempat wisata atau destinasi apapun di luar negeri selain 3 tempat yang disebut Rasulullah dalam hadits diatas, tapi! Ya ada tapinya ya! Bagi saya skala prioritas tetap berlaku!
Maksudnya, saya akan berusaha semaksimal mungkin yang saya bisa dan mampu untuk ber-safar ke 3 tempat rekomendasi Rasulullah SAW dulu, sebelum bercita-cita apalagi merancang perjalanan ke destinasi lain di dunia.
Jadi, untuk sementara destinasi lain selain
Alhamdulillah, karena safar ke Masjidil Haram (Kota Makkah), juga Masjidil Nabawi (Kota Madinah) yang keduanya berada di Saudi Arabia sudah saya gugurkan "sunahnya" karena Allah SWT sudah berkenan mengundang saya menjadi taumnNya beberapa tahun silam, maka dalam skala prioritas list safar saya praktis hanya menyisakan satu perjalanan sunah, yaitu ke Masjidil Aqsha di Palestina.
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025