Mang Pram
Mang Pram Freelancer

Penikmat kopi di ruang sepi penuh buku || Humas || Penulis Skenario Film || Badan Otonom Media Center DPD KNPI Kota Cilegon

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Tradisi dan Budaya Idul Fitri yang Tidak Bisa Dihilangkan

24 Mei 2020   23:08 Diperbarui: 25 Mei 2020   18:41 404
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tradisi dan Budaya Idul Fitri yang Tidak Bisa Dihilangkan
Ilustrasi Pexels.com/VJPRATAMA

Tidak ada yang berbeda dalam perayaan Idul Fitri tahun ini. Meski dalam bayang-bayang penyebaran pandemi covid-19, salat sunah ied dan silaturahmi masih tetap berjalan seperti biasanya.

Bukan tidak patuh dengan protokol kesehatan dalam penangan covid-19, namun tradisi  kebudayaan dan kebiasaan memang sulit untuk diubah, bukan tidak percaya dengan adanya virus corona, kita tetap merayakan hari raya idul fitri dengan cara tersendiri.

Kota Cilegon termasuk zona kuning, tidak ada larangan dari Pemeringah Kota Cilegon untuk tidak melaksanakan Salat Ied di masjid. 

Di malam takbiran, beberapa kali kita diingatkan untuk datang ke masjid dengan mengenakan masker. Pelaksanaan salat sunah ied pun berjalan seperti biasanya.

Kembali pada tradisi, budaya dan kebiasaan. Social distancing bisa saja dianggap kesombongan dan menutup diri. Tinggal di sebuah perkampungan, para tetangga tidak lain masih saudara sendiri.

Apakah bisa kita menutup diri, menutup pintu rumah dan tidak menerima tamu?

Saya sadar akan pentingnya jaga jarak dengan orang lain. Namun menjadi berjarak dengan saudara dan tetangga rasanya itu semua sulit untuk diterapkan. Sejak dulu kebersamaan selalu terbangun dalam berbagai bentuk kegiatan.

Momen perayaan haruslah menjadi suka cita. Saat ini situasi memang berbeda, namun perayaan bisa berjalan secara fleksibel.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun