Marjan Madyansyah
Marjan Madyansyah Editor

Public Relations Ministry of Religion

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Apakah Lansia Boleh Tidak Puasa?

1 April 2022   17:45 Diperbarui: 4 April 2022   08:36 679
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Apakah Lansia Boleh Tidak Puasa?
Sumber Ilustrasi : Avenger Endgame

"Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia secara fisiologis akan berubah. Terjadi degenerasi sel otak dan berkurangnya massa otot yang mengakibatkan cepat merasa lelah, tidak bisa bergerak cepat, berat badan menurun, susah mengingat hal-hal sederhana, disertai munculnya berbagai macam penyakit," ujar dr. Wiwit Agung, dokter spesialis penyakit dalam.

Dalam kondisi itu, sangat berat bagi seorang lansia untuk berpuasa. Ajaran Islam sesuai dengan fitrah manusia dimana dalam surat Al-Baqarah ayat 185 Allah berfirman, "Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu." 

Lalu, apakah lansia termasuk orang yang boleh tidak berpuasa?

Para ahli fiqih sepakat bahwa lansia yang mengalami kesulitan dalam menjalankan puasa diperbolehkan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadan dikarenakan udzur yang tidak dapat dihilangkan. 

Dalam surat Al-Baqarah ayat 184 Allah berfirman bahwa apabila tidak berpuasa, maka ada kewajiban untuk mengganti puasanya dengan membayar fidyah. Dengan begitu saat lansia tidak berpuasa, maka wajib membayar fidyah sebanyak 1 mud (sekitar 7 ons) beras per hari.

Memang kondisi lansia itu bervariasi. Ada lansia yang sudah berusia 70-80 tahun masih tetap sehat dan bugar. Tentu kondisi kesehatan tersebut menuntutnya untuk tetap berpuasa. Lalu bagaimana supaya lansia tetap sehat dan bugar saat menjalankan puasa Ramadan? Berikut tanggapan Dokter Wiwit:


1. Minum Air Putih Cukup

Pertama, minum dengan cukup. Minimal 1,5-2 liter per hari. Usahakan dari berbuka hingga sahur minum 7-10 gelas air putih, namun jangan sekaligus, karena akan merangsang buang air kecil atau kekenyangan.

2. Asupan Gizi Seimbang

Karbohidrat seperti nasi dan roti harus dikurangi. Protein seperti daging, telur, ikan dan seterusnya wajib ditambah. Cukupi juga dengan makanan berserat tinggi seperti buahan dan sayuran. Tambah pula dengan segelas susu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun