Marwa Ulfa
Marwa Ulfa Mahasiswa

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyyah Prof Dr HAMKA Peminatan Hubungan Masyarakat / Publik Relation

Selanjutnya

Tutup

TRADISI Artikel Utama

Sensasi Mudik Lebaran a la Mahasiswa Perantau

30 April 2022   09:46 Diperbarui: 30 April 2022   18:30 1313
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sensasi Mudik Lebaran a la Mahasiswa Perantau
ilustrasi puncak arus mudik. (ANTARA FOTO/Fauzan/tom via kompas.com)

Halo sobat Kompasiana pasti di sini teman-teman ada yang berasal dari kalangan mahasiswa atau mantan mahasiswa atau ingin menjadi seorang mahasiswa 

Nah di sini gua bakalan sedikit cerita bagaimana sensasi mudik lebaran ala mahasiswa perantau yang berkuliah di Jakarta ataupun di kota-kota lainnya.

Pengalaman pertama tentunya sangat sulit untuk dilupakan apalagi tahun 2022 ini pertama kalinya pemerintah membolehkan masyarakat Indonesia untuk mudik setelah 2 tahun tidak mudik di karenakan pandemi covid 19 yang melanda Indonesia.

Bagi mahasiswa rantauan mudik merupakan salah satu tradisi yang sangat ditunggu-tunggu karena kita akan bertemu dengan keluarga berkumpul kumpul sambil mencicipi enaknya masakan opor ayam dan kue-kue lebaran lainnya.

Bagi mahasiswa dan masyarakat yang jauh dari kampung halaman tentunya mudik menjadi ajang yang sangat ditunggu-tunggu di setiap tahunnya. 

Oke kenalin gue Marwa saat ini gue duduk di semester dengan Program studi Ilmu Komunikasi dengan mengambil peminatan public relation atau hubungan masyarakat di salah satu universitas swasta di daerah Jakarta Selatan.

Di sini gua menggunakan kendaraan bus yang memiliki tujuan Sumatera Selatan tepatnya daerah Baturaja Ogan Komering ulu, gue berangkat mudik dari Jakarta ke Sumatera Selatan yaitu pada tanggal 25 April 2022 pada saat itu jalur arus mudik pun sudah mulai padat terutama di terminal dan pelabuhan merak Banten menuju pelabuhan bakauhuni.

Kita sama-sama berangkat menggunakan bus yaitu pada pukul 11 siang, keadaan siang hari yang cukup terik membuat banyaknya debu-debu yang berterbangan di luar sana untungnya bus yang kami tumpangi berfasilitas AC sehingga kami tidak kepanasan dan gerah karena cuaca yang sangat terik.

Selama di perjalanan kami melihat beberapa pemudik lainnya ada yang menggunakan kendaraan beroda dua yaitu motor dengan membawa tas atau kardus yang berisi oleh-oleh dan juga ada yang menggunakan kendaraan pribadi dan juga banyak juga yang menggunakan bus seperti yang kita pakai dengan tujuan yang beragam ada yang tujuan Lampung Jawa barat Jawa tengah Jawa timur dan masih banyak lainnya.  

Jika mudik di hari libur biasa seperti libur tahun baru, libur semester dan hari-hari lainnya tentunya gua biasa membawa cemilan atau kudapan untuk selama di perjalanan tetapi karena ini di bulan puasa maka gua tidak membawa makanan ringan ataupun kudapan kudapan lainnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun