Muzamil Misbah
Muzamil Misbah Freelancer

Suka menulis tentang ekonomi dan puisi, financial literacy enthusiast

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Artikel Utama

War Takjil, Ketika Nonis Ikut Merasakan Keistimewaan Ramadan

6 Maret 2025   12:00 Diperbarui: 21 Maret 2025   04:47 903
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
War Takjil, Ketika Nonis Ikut Merasakan Keistimewaan Ramadan
ilustrasi war jakjil (sumber:freepik/freepik)

Bulan Ramadan merupakan momen yang dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. 

Sebagai bulan suci dalam kalender Islam, Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk menjalankan ibadah puasa, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, dan merayakan keberagaman. 

Keunikan Ramadan di Indonesia terletak pada bagaimana seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang bukan Muslim, turut serta dalam semaraknya bulan penuh berkah ini.

Salah satu fenomena yang mencerminkan kebersamaan lintas agama di bulan Ramadan adalah 'War Takjil'. 

Fenomena ini muncul dan berkembang menjadi tren di media sosial, di mana masyarakat non-Islam (nonis) turut berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa. 

Keikutsertaan mereka dalam tradisi ini tidak hanya menunjukkan rasa penasaran terhadap kuliner khas Ramadan, tetapi juga menandakan harmoni dan toleransi yang telah lama mengakar di Indonesia.

Fenomena War Takjil dan Peran Media Sosial

Istilah 'War Takjil' muncul di media sosial, khususnya di platform seperti TikTok dan Instagram. 

Kata 'war' dalam konteks ini bukan berarti perang, melainkan menggambarkan suasana kompetitif dan antusiasme masyarakat dalam berburu makanan berbuka puasa. 

Tren ini semakin populer karena banyak netizen yang membagikan pengalaman mereka dalam berburu takjil, baik dari kalangan Muslim maupun nonis.

Banyak masyarakat nonis yang mengungkapkan ketertarikan mereka terhadap berbagai macam hidangan takjil yang dijajakan di pasar Ramadan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Content Competition Selengkapnya

28 Mar 2025
SEDANG BERLANGSUNG

Suka Duka Menyiapkan Sajian Idul Fitri

blog competition  ramadan bercerita 2025  ramadan bercerita 2025 hari 26 
29 Mar 2025

MYSTERY TOPIC

Mystery Topic 7

blog competition ramadan bercerita 2025 ramadan bercerita 2025 hari 27
30 Mar 2025

Surat Cinta untuk Ramadan Tahun Depan

blog competition ramadan bercerita 2025 ramadan bercerita 2025 hari 28
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

Nunggu Bedug Makin Seru di Bukber Kompasianer

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.

Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun