Lisa Puspa Karmila
Lisa Puspa Karmila Bidan | Kesehatan Masyarakat

Tidak selalu menulis, tapi percaya setiap tulisan bisa jadi ruang berbagi pengalaman dan ilmu

heading image

Pakar Menjawab

Bolehkah seorang pekerja medis (seperti ahli bedah) atau pekerja lapangan berat membatalkan puasa jika kelelahan akibat puasa berisiko menyebabkan malpraktik atau kecelakaan yang mengancam nyawa orang lain?


Sebenarnya pekerja medis seperti ahli bedah maupun pekerja lapangan tetap wajib berpuasa. 

Tapi jika dalam kondisi tertentu puasa menyebabkan kelelahan berat hingga menurunkan konsentrasi dan berisiko menimbulkan kesalahan tindakan medis (malpraktik) atau kecelakaan kerja yang dapat mengancam nyawa orang lain dan diri sendiri, maka diperbolehkan untuk berbuka guna mencegah mudarat yang lebih besar.

Berdasarkan QS. Al-Baqarah: 185 yang menekankan kemudahan dan tidak menghendaki kesukaran. Tidak boleh membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Jadi, kebolehannya karena adanya risiko terhadap keselamatan jiwa. Puasa yang dibatalkan tetap wajib diganti (qadha) di hari lain setelah Ramadhan.

Anak kami yang TK belajar puasa. Ia sangat aktif tapi tampak kurang terhidrasi serta asupan makan berkurang. Saat berbuka ia tidak mau makan banyak. Kami khawatir kebutuhan nutrisinya tidak tercukupi. Apa saran bidan terkait ini?


Terima kasih untuk pertanyaannya Pak Akbar. 

Untuk usia TK yang baru belajar puasa, kondisi seperti asupan makan berkurang atau tampak kurang minum memang kadang terjadi. Biasanya ini karena tubuh anak masih dalam tahap adaptasi dengan perubahan pola makan dan minum selama Ramadan.

Jika anak masih terlihat aktif dan ceria, umumnya belum menunjukkan tanda dehidrasi berat. Tapi, bisa saja kebutuhan cairannya belum terpenuhi secara optimal. Karena itu, disarankan untuk tidak berpuasa penuh setiap hari dan dapat disesuaikan dengan kondisi anak, misalnya dengan puasa setengah hari.

Untuk membantu mencukupi kebutuhan cairan, bisa membiasakan jadwal minum secara bertahap sejak berbuka hingga sahur. Orang tua juga bisa memberi contoh dengan minum air bersama anak, karena anak cenderung meniru. Jika anak kurang tertarik dengan air putih, boleh dikreasikan dengan potongan buah segar seperti jeruk atau stroberi tanpa tambahan gula agar lebih segar dan menarik. Selain itu bisa juga menggunakan botoh atau gelas minum kesukaan anak. 

Saat berbuka, berikan makanan dalam porsi kecil terlebih dahulu, lalu dilanjutkan secara bertahap sesuai keinginan anak. Sajikan makanan dengan tampilan menarik dan tetap perhatikan keseimbangan gizinya, misalnya nasi yang dibentuk bola-bola atau menggunakan cetakan berbentuk bintang maupun karakter.

Jika anak tampak lemas, bibir kering, jarang buang air kecil, atau mengeluh pusing, sebaiknya segera diberikan minum dan puasa tidak dilanjutkan terlebih dahulu.

Semoga dapat menjawab pertanyaannya, ya Pak.

Assalamualaikum Bu Bidan, mohon pandangannya mengenai sinergi Bidan dan Paraji di desa. Bagaimana langkah kolaborasi yang tepat agar persalinan tetap aman namun tetap menghormati kearifan lokal?..hatur nuhun...


Wa’alaikumsalam Pak Jujun, Terima kasih untuk pertanyaannya Pak.

Sinergi antara bidan dan paraji di desa sebenarnya penting agar proses persalinan tetap aman, namun tetap menghormati budaya masyarakat setempat.

Paraji biasanya memiliki kedekatan secara budaya dan emosional dengan ibu hamil dilingkungan setempat, sehingga dapat memberikan rasa nyaman selama masa kehamilan hingga persalinan. Sementara itu, bidan berperan dalam memastikan proses persalinan berjalan aman dari sisi kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, paraji dapat berperan mendampingi ibu hamil dan memberikan dukungan selama proses persalinan, sementara bidan tetap memimpin proses persalinan untuk memastikan keselamatan ibu dan bayi.

Bahkan, saya pernah menemukan jurnal penelitian di daerah menunjukkan bahwa kemitraan antara aparat desa, paraji, dan bidan terbukti meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kesehatan, seperti kehadiran di Posyandu. Kemitraan tersebut berpengaruh terhadap pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, masyarakat setempat jadi lebih antusias sehingga program kesehatan dapat berjalan lebih optimal.

Dengan kerja sama yang baik, diharapkan persalinan dapat berlangsung lebih aman dengan tetap menghormati budaya masyarakat setempat.

Semoga menjawab pertanyaannya ya Pak.

Cucu saya ada dua orang, yang satu usia 5 tahun yang satu 3 tahun, umur berapa menurut kesehatan dan psikologi anak sebaiknya berpuasa??


Terima kasih untuk pertanyaan Pak Misbahudiin. 

Saat anak berusia 3-5 tahun bisa dilalukan tahap pengenalan dulu Pak, karena pada usia ini metabolisme anak masih sangat bergantung pada asupan makan dan minum yang teratur, sehingga belum disarankan berpuasa. Orang tua atau keluarga dapat mengenalkan suasana Ramadan dengan mengajak anak sahur atau berbuka bersama untuk membangun pengalaman positif, tanpa menahan lapar dan haus.

berikutnya pada usia 6-7 tahun anak sudah bisa dilatih untuk berpuasa, karena pada usia ini anak mulai mampu berkomunikasi dan memahami konsep menahan diri. Latihan puasa dapat dimulai secara bertahap, misalnya puasa setengah hari (puasa bedug) hingga waktu Zuhur sesuai kemampuan anak. 

Lalu pada usia 8 tahun keatas, menjelang usia balig, fisik dan kontrol diri anak biasanya sudah lebih siap untuk berpuasa seharian. Namun, kondisi kesehatan tetap perlu diperhatikan dan makanan dengan gizi seimbang juga perlu diperhatikan. 

Semoga jawabannya membantu ya Pak. 

Assalamu'alaykum. Di rumah saya ada Pak suami, dua anak laki remaja dan dewasa muda, apa yang harus siapakan untuk kebutuhan gizi mereka selama puasa ini? Saya sakit sendi dan otot kaku sisa sakit chikunguya akhir Desember 2025


Wa’alaikumussalam Ibu, terima kasih untuk pertanyaannya Ibu Tri Sapta 🙏

Lekas sehat kembali ya, Bu. Semoga proses pemulihan chikungunya berjalan lancar dan nyeri sendinya segera berkurang, karena memang sisa nyeri sendi dan otot kaku bisa cukup mengganggu aktivitas harian, termasuk saat menyiapkan makan sahur dan berbuka.

Untuk kebutuhan keluarga di rumah, sebenarnya tidak harus menyiapkan menu yang rumit. Yang penting, makanan saat sahur dan berbuka tetap mengandung gizi seimbang seperti karbohidrat sebagai sumber energi, protein (telur, ayam, ikan, tempe, tahu), serta sayur dan buah.

Selama Ibu masih dalam masa pemulihan, menu praktis seperti sayur sop, sayur bayam, atau sayur bening seperti oyong serta tumis sederhana seperti tumis buncis bisa jadi pilihan karena cepat diolah dan tidak terlalu menguras tenaga. Untuk lauk, bisa menyiapkan telur dadar, tempe orek, tumis tahu, atau ikan yang digoreng. Buah seperti kurma, pisang, atau jeruk juga bisa disiapkan sebagai pelengkap.

Jika memungkinkan, anggota keluarga juga bisa ikut membantu menyiapkan sahur atau berbuka agar beban Ibu tidak terlalu berat.

Semoga membantu ya, Bu 😊

Assalamu'alaikum bidan Lisa, kenalkan saya Nurul ibu dari 4 anak. Asupan apa yang penting diberikan saat melakukan puasa buat anak-anak? Kebetulan anak yg sudah berpuasa usia 13 dan 8 tahun. Terima kasih.


Wa’alaikumussalam Ibu Nurul. Terima kasih untuk pertanyaannya 🙏🏻

MasyaAllah, semoga anak-anak selalu semangat dalam menjalani puasa ya. 

Supaya anak tetap kuat berpuasa dan aktivitasnya tidak terganggu, maka asupan saat sahur, berbuka dan malam hari memang penting untuk diperhatikan.  

Saat sahur, anak sebaiknya mendapatkan makanan sumber karbohidrat seperti seperti nasi, roti gandum, atau kentang. Karbohidrat ini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sehingga anak tidak mudah merasa lapar saat beraktivitas di siang hari. Tambahkan juga protein seperti telur, ayam, ikan, tahu, tempe, atau susu yang berperan dalam mendukung daya tahan tubuh sekaligus membantu rasa kenyang bertahan lebih lama.

Saat berbuka, anak bisa memulai dengan air putih, buah atau jus buah, kemudian dilanjutkan dengan makanan utama yang seimbang antara karbohidrat, protein, dan sayur. Contohnya nasi dengan lauk sederhana seperti ayam atau ikan, ditambah sayuran.

Sayur dan buah penting diberikan di kedua waktu makan. Selain membantu melancarkan pencernaan, buah juga mengandung vitamin dan mineral yang mendukung daya tahan tubuh. Kandungan air dalam buah seperti semangka, pepaya, atau jeruk juga membantu hidrasi anak sehingga tidak cepat haus di siang hari.

Kemudian waktu berbuka sampai sahur, pastikan kebutuhan cairan anak tetap terpenuhi. Minum bisa dicicil secara bertahap di malam hari agar tubuh tetap terhidrasi. Nah agar anak lebih semangat, Ibu juga bisa menyiasatinya dengan menggunakan gelas atau botol minum yang disukai anak. Sebaiknya juga tidak terlalu sering memberikan minuman tinggi gula karena justru bisa membuat anak lebih cepat haus saat berpuasa.

Dengan asupan yang seimbang antara sumber energi, protein, sayur, buah, dan cairan, insyaAllah anak dapat menjalani puasa dengan nyaman.

Semoga anak-anak dimudahkan dalam berpuasa ya, Bu Nurul.

Halo Kak Lisa, perkenalkan saya Rinta ibu dari 3 Toddler, dan salah satu anak saya yang sulung akan memulai Puasa Ramadan perdananya, apakah ada vitamin khusus atau tips untuk menunjang anak bisa kuat belajar puasa Ramadannya?


Halo Bu Rinta, terima kasih untuk pertanyaannya 🙏🏻

Agar anak kuat menjalani puasa pertama, yang paling penting sebenarnya adalah sahur yang seimbang.

Pastikan sahurnya mengandung karbohidrat dari nasi sebagai sumber energi untuk aktivitas seharian, protein dari tahu, tempe, atau ayam agar anak merasa kenyang lebih lama,serta serat dari buah atau sayur supaya pencernaan tetap lancar. Dengan sahur seperti ini, InsyaAllah anak lebih siap menjalani puasa sepanjang hari dan tidak mudah lemas.

Saat berbuka, mulai dengan yang ringan dulu, misalnya kurma atau buah, baru lanjut makan utama. Kalau sahur dan berbuka sudah seimbang, vitamin tambahan sebenarnya tidak wajib. Vitamin akan diperlukan kalau anak susah makan, kurang nafsu, atau ada anjuran dokter. Pastikan juga anak cukup tidur dan tidak terlalu lelah, supaya tubuh bisa menyesuaikan diri dengan jadwal puasa baru.

Semoga informasi ini bermanfaat, dan ketiga toddler tetap semangat menjalani puasanya yaa 😊

Assalaamu alaikum wr wb. Bu Lisa. Mohon pencerahannya. Saya ini penggemar kopi tapi sudah tidak merokok. Selama bulan Ramadan ini ada jadwal ngopi yang berubah. Terutama pada saat buka puasa dimana perut kosong, apakah aman?


Wa’alaikumussalam wr. wb. Terima kasih untuk pertanyaannya Pak Akihensa 🙏🏻

Sebenarnya, minum kopi saat berbuka puasa dalam kondisi perut kosong kurang disarankan. Karena kandungan Kafein dalam kopi bisa merangsang produksi asam lambung sehingga berpotensi menimbulkan rasa tidak nyaman seperti rasa perih, mual, atau kembung, apalagi setelah seharian berpuasa.

Sebaiknya, buka puasa diawali dengan air putih dan makanan. Lalu tunggu sekitar 1–2 jam, setelah itu kopi dapat dikonsumsi. Dengan begitu, perut sudah terisi dan lebih nyaman sehingga risiko gangguan lambung berkurang.

Selama dikonsumsi dalam jumlah wajar dan tidak dalam kondisi perut kosong, kopi tetap bisa dinimkati selama ramadan. Semoga informasi ini membantu, dan tetap semangat menunaikan ibadah puasa. 

Artikel Pakar

Terima kasih!

Pertanyaan Anda sudah terkirim.

Apakah Anda yakin ingin menghapus pertanyaan ini?

Apakah Anda yakin ingin menghapus jawban ini?

Link Artikel Edit

lorem ipsum dolor sit amet adipiscing elite lorem ipsum amet consectetur lorem ipsum dolor sit amet adipiscing elite lorem ipsum amet consecteturlorem ipsum dolor sit amet adipiscing elite lorem ipsum amet consectetur

Link Artikel