Nelly L. Rachman
Nelly Rachman Black Lovers

Menantang diri untuk menulis. Berbagi cerita melalui untaian kata

heading image

Pakar Menjawab

Hai Kak, awal puasa kemarin tensi saya sempat tinggi dan mendapat obat dari dokter. keluhannya sih kerap merasa lemas. Kasih tips donk ka cara kita berdamai dengan sakit yang tiba2 datang pas puasa. makasih.


Halo, Kak Tamita. Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga sudah terasa lebih kuat ya.

Kalau di awal puasa tensi sempat tinggi sampai dapat obat dari dokter, sepertinya tubuh Kak Tamita sedang butuh perhatian lebih. Rasa lemas bisa jadi muncul karena tubuh sedang beradaptasi.

Menurut saya, sebaiknya jangan memaksakan puasa kalau kondisi tubuh belum stabil. Dalam ajaran kita, orang yang sedang sakit diberi keringanan. Menjaga kesehatan juga bagian dari ibadah kita.

Tentang “berdamai” dengan sakit, mungkin bukan berarti pasrah. Tapi belajar lebih peka mendengarkan tubuh. Kalau memang terasa tidak kuat, istirahatlah. Jika perlu, konsultasikan kembali ke dokter.

Puasa itu ibadah yang indah, tapi tubuh juga amanah. Jadi jangan ragu untuk memilih yang paling aman bagi tubuh.

Bismillah, lekas stabil kembali ya, Kak Tamita.

sekarang ini mulai ramai lagi olah raga malam hari, joging jam 21.00 bahkan ada yang masih sampai jam 22.00, bagai menurut pakar?


Terima kasih, Pak Misbahuddin, atas pertanyaannya.

Belakangan memang cukup ramai yang kembali olahraga malam, bahkan sampai pukul 21.00–22.00 WIB. Kemungkinan besar karena Ramadan, jadi orang memilih waktu setelah berbuka agar tubuh sudah mendapat asupan energi dan cairan.

Menurut saya, olahraga malam tidak masalah, selama disesuaikan dengan kondisi tubuh dan pola istirahat masing-masing. Setiap orang punya ritme yang berbeda.

Kalau saya pribadi, bila ingin berolahraga malam, biasanya memilih sekitar pukul 21.00 sampai 21.30 WIB. Selain bisa menyelesaikan tarawih terlebih dahulu, waktunya juga masih cukup aman agar tidak tidur terlalu larut.

Yang penting sebenarnya bukan soal jamnya, tetapi bagaimana kita tetap bergerak dengan bijak saat berpuasa—memperhatikan kebutuhan ibadah, istirahat, dan tentu saja kondisi tubuh kita sendiri.

Salam sehat, Pak.

Akhir Des 2025 Saya sakit chikungunya, sampai sekarang masih kaku otot betis saya, sendi terasa nyeri, lutut & angkle bagian depan sakit. Pemanasan, OR, peregangan & pendinginan yg harus dilakukan? Brp lama? Ramadan siang/mlm?


Wah, semoga lekas pulih ya Mbaa Tri Sapta.Pasca chikungunya memang beberapa orang masih ngalamin kaku otot dan nyeri sendi berbulan-bulan. Jadi jangan merasa sendirian, Mba.

Kalau masih ada nyeri di lutut dan pergelangan kaki, mungkin jangan langsung ke olahraga berat dulu. Mulai pelan-pelan saja.

Salah satunya gerakan ringan untuk mobilisasi sendi seperti angkat tumit ke posisi jinjit. Jika merasa aman, bisa dilanjutkan dengan jalan santai atau sepeda status. Diakhiri peregangan ringan.

Tak perlu lama-lama, Mba. 20-30 menit cukup. Atau bisa juga berenang.

Kalau setelah latihan malah tambah nyeri dan tidak membaik besoknya, itu tanda tubuh masih minta istirahat.

Kalau di Ramadan, lebih aman latihan setelah buka puasa. Tubuh sudah dapat cairan dan energi, jadi risiko lemas atau dehidrasi lebih kecil.

Tapi kalau nyerinya menetap lama banget atau makin mengganggu aktivitas, sebaiknya cek ke dokter atau fisioterapis ya, supaya tahu persis kondisi sendinya.

Yang penting jangan buru-buru. Lebih baik pelan tapi bisa pulih.

Semangat sehat, Mbaa...

Bagaimana mengubah gerakan yang awalnya bersifat “personal calling” menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan?


Halo, Kak Makrus Sahlan.

Terima kasih atas pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Saya tidak mencoba menjawabnya satu per satu secara teknis ya, Kak. Melainkan merefleksikannya melalui pengalaman kecil yang pernah saya jalani. Dari pengalaman ini, saya belajar tentang keteguhan, kebersamaan, dan bagaimana sebuah gerakan bisa tumbuh perlahan tanpa banyak sorotan.

Kami Tetap Berjalan Saja
Kami Tetap Berjalan Saja
23 Februari 2026
92
13
2

Bagaimana seharusnya masyarakat bersikap terhadap perempuan berhijab, bahkan bercadar, yang berolahraga? Kenapa di ruang publik dan medsos masih muncul respons tidak humanis terhadap pilihan berpakaian dan aktivitas mereka?


Terima kasih atas pertanyannya, Pak Akbar.

Bagi saya pribadi, olahraga adalah ruang untuk bergerak dan menjaga kesehatan. Ketika ada perempuan berhijab atau bercadar berolahraga di samping saya, yang saya lihat adalah langkahnya. Bahkan sering muncul rasa salut karena tetap memilih bergerak dengan pilihan yang diyakininya.

Dalam ruang publik, wajar ada perbedaan pilihan dan penampilan. Selama aktivitas tersebut tidak melanggar aturan atau mengganggu ketertiban, setiap orang memiliki hak yang sama untuk hadir dan berolahraga. Ruang publik justru mengajarkan kita untuk saling menghormati keberagaman.

Di Antara Langkah dan Pilihan
Di Antara Langkah dan Pilihan
19 Februari 2026
115
4
0

Mbak Nelly, saya rutin Japanese Walking 30 menit di BKT. Saat puasa, bagaimana strategi menjaga stamina agar tidak drop di siang hari? Lebih ideal dilakukan pagi hari atau justru menjelang berbuka agar aman dari dehidrasi? Thanks.


Hai, Mba Ditta 🤍Wah keren bangett sudah rutin Japanese Walking 30 menit di BKT!

Konsisten 30 menit itu luar biasa! Aku belum pernah coba jalan di BKT, seru kayaknya.

Soal waktu olahraga saat puasa, ini memang sering jadi pertanyaan, termasuk aku. Hehehe

Dari beberapa diskusi dan webinar yang pernah aku ikuti, intinya sebenarnya dikembalikan lagi pada kebiasaan dan kondisi tubuh masing-masing.

Kalau sudah terbiasa jalan pagi dan merasa tetap bertenaga sampai siang, silakan lanjut pagi. Tapi pastikan sahurnya cukup cairan dan asupan agar ada energi.

Kalau khawatir dehidrasi atau merasa cepat lemas, menjelang berbuka bisa jadi pilihan yang lebih aman. Karena setelah selesai, kita bisa langsung mengganti cairan.

Kalau masih ragu, bisa dicoba 15–20 menit dulu di awal Ramadan untuk melihat respons tubuh. Tidak perlu langsung memaksakan 30 menit. Tubuh juga sedang beradaptasi.

Biasanya Mba Ditta lebih nyaman jalan pagi atau sore? 😊

Assalamualaikum, Kak Nelly. Perkenalkan saya Isti dari Batang, Jawa Tengah. Bagaimana caranya menjaga konsistensi menulis bagi ibu yang berkarir, punya 2 anak (kelas 1 SD dan bayi 2 tahun). Jujur, saya lelah tapi ingin berkarya.


Wa’alaikumussalam, Kak Isti 🤍Masya Allah, kebayang sibuknya mengurus dua kesayangan, bayi 2 tahun dan kakaknya yang kelas 1 SD.

Salam kenal buat keduanya ya, Kak Isti.

Kalau berdasarkan pengalaman, sebelum bicara soal konsistensi, aku biasanya kembali dulu ke alasan: kenapa aku ingin menulis?

Apakah untuk tugas kantor? Untuk aktualisasi diri? Atau karena memang ada sesuatu yang ingin dibagikan?

Nah, alasan itu yang jadi “lonceng pengingat” saat rasa malas datang atau tubuh lelah.

Aku saja sering merasa lelah, apalagi untuk Kak Isti yang berkarya di rumah dan di luar rumah.

Selama beberapa bulan ke belakang, aku belajar satu hal penting: konsisten bukan berarti memaksakan diri setiap hari harus produktif.

Apalagi menulis, pasti ada ‘moodnya’ tersendiri. Karena itu, kadang aku bertanya, “Hari ini masih bisa menulis 10–15 menit nggak?” Kalau bisa, aku mulai dari kecil. Kalau memang lelah dan tak bisa, aku biasanya istirahat tanpa rasa bersalah.

Buat aku, konsistensi itu bukan tentang selalu banyak, tapi tentang tetap kembali. Meski sedikit.

Dan mungkin untuk Kak Isti, menulis tidak harus panjang. Bisa satu paragraf di ponsel saat anak tidur. Bisa mencatat ide dulu tanpa langsung jadi artikel. Pelan-pelan tapi tetap terhubung dengan mimpi berkaryanya.

Bismillah, in syaa Allah bisa.

Jika seorang atlet dilarang oleh klub/pelatihnya untuk berpuasa karena alasan performa (kontrak profesional), apakah ia boleh berbuka dengan alasan "menjaga mata pencaharian" (hifz al-mal)?

Hey kak Nelly, Saya saat ini sudah punya 5 karya novel. Bisa ga ya saya ketemu dengan penerbit yang maaf tanpa embel-embel biaya di depan yang bla bla bla 🤭🙏😊

sekarang ini mulai ramai lagi olah raga malam hari, joging jam 21.00 bahkan ada yang masih sampai jam 22.00, bagai menurut pakar?

Artikel Pakar

Terima kasih!

Pertanyaan Anda sudah terkirim.

Apakah Anda yakin ingin menghapus pertanyaan ini?

Apakah Anda yakin ingin menghapus jawban ini?

Link Artikel Edit

lorem ipsum dolor sit amet adipiscing elite lorem ipsum amet consectetur lorem ipsum dolor sit amet adipiscing elite lorem ipsum amet consecteturlorem ipsum dolor sit amet adipiscing elite lorem ipsum amet consectetur

Link Artikel