Sutrisno dengan nama pena Penadebu, ASN di Babulu kabupaten Penajam Paser Utara. Menulis di beberapa media baik cetak maupun online telah menerbitkan beberapa jurnal, prosiding, dan beberapa buku. Kini menjadi pengurus organisasi profesi. Menjadi instruktur lokal dalam kegiatan menulis dan guru inti. Sutrisno dapat dihubungi di: 1. HP/Wa : 081253791594 2. Facebook : Sutrisno babulu 3. Email : sutrisnok809@gmail.com
Olahraga Ringan Saat Berpuasa
Silaturahim dan rasa bahagia memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan lansia. Hormon kebahagiaan yang dihasilkan dalam otak dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Semua ini diharapkan dapat membantu lansia menjalani puasa dengan lancar dan tetap menjaga kualitas hidup mereka. Tetap beribadah juga merupakan salah satu cara untuk mempertebal keimanan, sehingga menjalani ibadah puasa bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai bentuk upaya mempertahankan kualitas hidup yang baik bagi lansia.
Tetap berolahraga saat berpuasa adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental, terutama bagi lansia. Meskipun berpuasa, tetap melakukan aktivitas fisik akan membantu menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa tetap berolahraga saat berpuasa sangat penting:
Menjaga Kesehatan Jantung: Olahraga ringan seperti jalan santai, bersepeda, atau senam dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Dengan berolahraga, denyut jantung akan meningkat dan aliran darah akan lancar, membantu mengurangi risiko penyakit jantung.
Mengendalikan Berat Badan: Aktivitas fisik membantu membakar kalori dan menjaga berat badan tetap seimbang. Ini penting karena seringkali selama bulan Ramadan, pola makan bisa menjadi tidak teratur dan berisiko mengakibatkan peningkatan berat badan.
Meningkatkan Kekuatan dan Fleksibilitas: Melakukan latihan kekuatan dan stretching dapat membantu menjaga kekuatan otot dan fleksibilitas sendi, mengurangi risiko cedera dan meningkatkan kenyamanan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Meningkatkan Kesehatan Mental: Berolahraga juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan mental. Aktivitas fisik dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, dan depresi, sehingga menjaga keseimbangan emosional selama bulan puasa.
Meningkatkan Kualitas Tidur: Berolahraga secara teratur juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk pemulihan tubuh dan meningkatkan energi sepanjang hari, terutama saat menjalani ibadah puasa.
Namun, penting untuk diingat bahwa saat berpuasa, intensitas dan durasi olahraga mungkin perlu disesuaikan untuk mengakomodasi kurangnya asupan cairan dan energi selama berpuasa. Oleh karena itu, pilihlah waktu yang tepat, seperti menjelang waktu berbuka atau setelah sahur, untuk melakukan olahraga ringan dan hindari melakukan aktivitas yang terlalu berat atau membutuhkan banyak energi.
Dengan tetap berolahraga saat berpuasa, lansia dapat menjaga kesehatan fisik dan mental mereka, serta tetap menjalani ibadah dengan lancar. Ini merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas hidup dan meningkatkan kebugaran selama bulan Ramadan.
Memilih waktu yang tepat untuk berolahraga saat berpuasa merupakan hal penting agar dapat menjaga kesehatan dan kenyamanan tubuh. Berikut ini adalah beberapa saran tentang kapan waktu yang tepat untuk berolahraga selama bulan puasa Ramadan:
Setelah Berbuka Puasa (Iftar): Salah satu waktu terbaik untuk berolahraga adalah setelah berbuka puasa. Pada saat ini, tubuh telah menerima asupan cairan dan energi yang cukup untuk mendukung aktivitas fisik. Sebaiknya pilih olahraga ringan seperti jalan santai atau senam ringan setelah makan berbuka.
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025