rifqi nurhanafi
rifqi nurhanafi Guru

Konselor sekolah di SMK Muhammadiyah 3 weleri yang tertarik dalam dunia penulisan.

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

Imunisasi Lengkap dengan Sejuta Manfaat Lewati Pandemi

17 April 2022   07:12 Diperbarui: 17 April 2022   07:23 1361
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bayi sangat perlu mendapat beberapa imunisasi tambahan. Pemberian jenis vaksin pilihan tidak hanya pada anak-anak, tetapi orang dewasa sesuai dengan kebutuhan dan kondisi. Berikut daftar vaksin pilihan untuk anak-anak dan orang dewasa:

  • tifoid (anak usia 24 bulan)
  • Imunisasi rotavirus (usia bayi2, 4, 6 bulan)
  • Vaksin PCV ( usia bayi 2, 4, dan 6 bulan)
  • Vaksin varicella (setelah anak berusia 12 bulan)
  • Vaksinasi influenza (bayi umur 6 bulan ulang setiap satu tahun)
  • hepatitis A (bayi usia 12 bulan, ulang 2 kali jeda 6-36 bulan)
  • HPV (anak usia di atas 9 tahun)

Pemberian imunisasi HPV berfungsi untuk melindungi tubuh dari virus HPV yang dapat mengakibatkan kanker serviks, penyakit seks menular seperti kutil kelamin, hingga kanker anus dan penis. ( Sumber : https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/imunisasi/imunisasi-bayi-anak/)

Jenis vaksinasi untuk usia anak sekolah

Kebanyakan pemberian vaksinasi pada anak usia sekolah adalah pengulangan atau booster dari imunisasi saat bayi. Indonesia sendiri, telah ada jadwal imunisasi lanjutan bagi anak usia sekolah.

Berdasarkan Peraturan Kementerian Kesehatan no.12 tahun 2017, jenis vaksinasi anak usia sekolah yang masuk program kesehatan Indonesia yaitu:

  • diphtheria tetanus (DT)
  • Campak
  • Tetanus diphteria (Td)

Kementerian Kesehatan telah mengatur jadwal vaksinasi anak usia sekolah dasar, yaitu:

  • Kelas 1 SD: Imunisasi campak setiap bulan Agustus dan imunisasi diphteria tetanus (DT) setiap bulan November.
  • Kelas 2-3 SD: Imunisasi tetanus diphteria (Td) pada bulan November.

Sumber Gambar : https://promkes.kemkes.go.id
Sumber Gambar : https://promkes.kemkes.go.id

Sementara itu, menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), anak juga perlu mendapatkan jenis vaksinasi anak lain, seperti:

  • Influenza: anak usia 7-18 tahun yang mengalami flu setiap tahun.
  • Human papillomavirus (HPV): Dimulai saat anak berusia 11-12 tahun, juga bisa diberikan saat anak usia 9-10 tahun, jika memang kondisi kesehatan anak memerlukannya
  • Meningitis: Anak berusia 11-12 tahun.
  • Vaksinasi dengue: Anak usia di atasi 9 tahun yang pernah terkena DBD.
  • Vaksin Japanese Encephalitis (JE): Bila akan mendatangi negara epidemi.

Khusus untuk vaksinasi meningitis, ini termasuk dalam imunisasi khusus sehingga harus konsultasi dulu dengan dokter anak. Sumber : https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/

Anak yang sudah mendapatkan imunisasi akan sangat jarang sakit karena sistem imunnya sudah kuat oleh bantuan obat ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun