Agar Kondisi Tubuh Tetap "Fresh" Usai Ramadhan
Ingat. Makanan lezat dan enak di hari raya Idul Fitri namun mengandung lemak dan gula tinggi.
Setelah satu bulan lamanya kita menahan lapar dan dahaga dan berbuka dengan menu seadanya, di hari Lebaran kita "membalas dendam"
Selama Ramadhan telah terjadi perubahan yang signifikan dalam pola makan dan gaya hidup mereka.
Pola makan selama puasa sering kali berubah drastis sesudah Lebaran, terutama dengan adanya konsumsi makanan berlemak dan tinggi gula yang tak terkendali.
Suasana itu bisa berdampak kepada kesehatan, dari berat badan hingga masalah pencernaan.
Puasa sejatinya adalah momen untuk memulai kebiasaan yang sehat.
Di Ramadhan kita dibiasakan mengatur pola tidur, pola makan, serta poin -poin penting buat kesehatan.
Ramadhan sebenarnya menjadi kebiasaan membentuk pola makan serta gaya hidup yang seharusnya dilanjutkan sesudahnya.
Jadi dengan demikian, bagaimana caranya agar bisa melanjutkan program yang baik itu selama Ramadhan dan setelahnya?
1. Menghindari kebiasaan buruk
Selama Ramadhan, banyak perokok yang mengurangi frekuensi mereka menghisap rokok, mereka merokok hanya setelah berbuka.
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025