Suprihadi SPd
Suprihadi SPd Penulis

Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017- 2024), dan pensiun PNS sejak 1 Februari 2024.

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Tiada TV di Rumah, Remaja Kompleks Buat Ulah

7 April 2023   10:34 Diperbarui: 7 April 2023   10:50 920
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tiada TV di Rumah, Remaja Kompleks Buat Ulah
Masjid Al Muhajirin Perumahan Penajam Indah Lestari, PPU, Kaltim (dokpri) 

Pada hari ketiga Ramadan, saya merasa terhibur dengan kemunculan para remaja yang lebih banyak. Pengeras suara mereka naikkan gerobak Arco. Gaya para remaja kian atraktif. Ada sebagian wajah baru.


Teriakan mereka membuat rasa kantuk menyingkir. Saya merasa lebih bangga dengan semangat mereka karena ada teriakan, "Allahu Akbar!" di sela-sela kalimat membangunkan warga untuk makan sahur.

Satu hal yang berbeda, mereka tidak membawa alat-alat yang dibunyikan seperti hari sebelumnya. Tidak ada saya lihat kaleng roti, jeriken, atau botol yang dipukul berirama. Meskipun demikian, semangat mereka bisa diacungi jempol.

Tidak Setiap Hari

Pada saat turun hujan atau gerimis tipis mereka tidak berkeliling. Kesehatan perlu dijaga. Pada tanggal 29 Maret 2023 saya membuat video diawali dengan penampilan kolam ikan hias, kemudian kucing yang berada di teras rumah. Para remaja yang lewat di samping kemudian memutar ke depan rumah kami tampak masih bersemangat. Pendorong gerobak Arco pagi itu berbeda dengan pendorong gerobak hari sebelumnya. Sambil mendorong gerobak berisi pengeras suara itu, sang remaja ikut bergoyang mengikuti irama.


Penampilan mereka pun kembali menggunakan alat yang dipukul-pukul. Ada hal yang menarik, pada saat mereka lewat, ada suara dari masjid Al Muhajirin tidak jauh dari rumah kami. Suara ustaz Muhammad Wahyudi terdengar begitu nyaring. Kalimat untuk membangunkan warga untuk makan sahur berirama menarik.


Joget para remaja cukup memukau. Mereka cukup percaya diri saat saya rekam. Saya benar-benar merasa terhibur dan selanjutnya dapat menikmati makan sahur dengan lebih bersemangat.


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun