Tatiek R. Anwar
Tatiek R. Anwar Penulis

Penulis novel Bukan Pelaminan Rasa dan Sebiru Rindu serta belasan antologi, 2 antologi cernak, 3 antologi puisi. Menulis adalah salah satu cara efektif dalam mengajak pada kebaikan tanpa harus menggurui.

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Ibarat Hewan Buruan

17 April 2022   23:12 Diperbarui: 17 April 2022   23:26 1101
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ibarat Hewan Buruan
Ilmu bagai hewan buruan, ilustrasi: pribadi

Pesan Kebaikan Ramadan 1443 H #15

"Ilmu bagaikan hewan buruan, dan tulisan/pena adalah ibarat tali pengikatnya"

"Pena adalah nikmat yang sangat agung dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kalau tidak ada pena, maka agama ini tidak berdiri dengan kokoh dan kehidupan ini tidak berjalan dengan baik."

Imam Qatadah

Umar bin Khattab Radhiyallahu Ta'ala 'Anhu mengatakan:

"Ikatlah (catatlah) ilmu dengan tulisan."

Nasihat beliau sama persis dengan sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.

Begitu juga dengan nasihat 'Ali bin Abi Thalib, beliau pun mengatakan:

"Ikatlah (catatlah) ilmu dengan tulisan."

Ini juga yang diucapkan oleh 'Abdullah bin 'Abbas, beliau mengatakan:

"Ikatlah (catatlah) ilmu dengan tulisan."

Subhanallah..   , orang nomor satu dalam ilmu tafsir, 'Abdullah bin 'Abbas yang ilmunya laksana samudera, beliau masih menasihati kita untuk menulis ilmu yang telah kita dapatkan. Dan kita tahu bersama kekuatan hafalan para sahabat sangat jauh melebihi kita. Jadi kalau mereka saling menasihati satu dengan yang lain untuk mencatat ilmu tersebut, bagaimana dengan orang sekarang?

Begitu juga dengan Anas bin Malik, beliau pernah memberikan wasiat kepada anak-anaknya:

!

"Wahai anakku, ikatlah ilmu tersebut dengan tulisan."

Jadi benar-benar ditekankan oleh para ulama. Bahkan Al-Imam Asy-Sya'bi dan Al-Imam Adh-Dhahhak pernah mengatakan:

"Apabila engkau mendengar sebuah ilmu, maka tulislah walaupun di dinding."

Ini menunjukkan betapa pentingnya mencatat. Kalau tidak ada kertas karena habis, cari media lain.

*

Para ulama mengatakan, "Ilmu itu ibarat binatang buruan, dan tulisan adalah tali yang mengikat binatang buruan tersebut. Maka ikatlah buruan-buruan itu dengan tali yang kokoh dan kuat."

Mencatat ilmu ketika belajar adalah perintah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, bukan hanya himbauan para ulama.

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda:
"Ikatlah (catatlah) ilmu dengan tulisan." (HR. Ibnu 'Abdil Barr)

Sebagian besar sahabat Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam seperti Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, dan Anas bin Malik juga berpesan hal yang sama, yaitu agar mengikat ilmu dengan tulisan.

Orang nomor satu dalam ilmu tafsir, 'Abdullah bin 'Abbas yang memiliki ilmu laksana samudera, beliau menasihati kita untuk menulis ilmu yang telah kita dapatkan. Jika para sahabat Rasulullah yang memiliki hafalan kuat saling menasihati satu sama lain untuk mencatat ilmu, bagaimana dengan kita?

Imam Qatadah mengatakan, "Pena adalah nikmat yang sangat agung dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kalau tidak ada pena, maka agama ini tidak berdiri dengan kokoh dan kehidupan ini tidak berjalan dengan baik."
Bahkan Al-Imam Asy-Sya'bi dan Al-Imam Adh-Dhahhak pernah mengatakan:  
"Apabila engkau mendengar sebuah ilmu, maka tulislah walaupun di dinding."

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya mencatat ilmu. Kalau tidak ada tinta dan kertas karena habis, cari media lain. Pada era serba canggih saat ini, tidak alasan bagi kita untuk tidak mencatat ilmu. Yuk, ikat buruan-buruan kita dengan gadget yang kita miliki!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun