Ragu Theodolfi
Ragu Theodolfi Lainnya

Happiness never decreases by being shared

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Artikel Utama

Momen Lebaran Tiba, Jangan Biarkan BB Naik!

31 Maret 2025   15:17 Diperbarui: 31 Maret 2025   17:59 360
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Momen Lebaran Tiba, Jangan Biarkan BB Naik!
Ilustrasi bersilaturahmi saat Lebaran (Foto : AhmadArdity/Pixabay)

Yayyyyy....lebaran telah tiba! 

Ketupat tersaji, aroma opor menggoda, kue kering berbaris rapi, dan minuman aneka warna menari-nari. Lebaran memang penuh kebahagiaan, tapi jangan sampai timbangan ikut berhari raya.

Momen Lebaran adalah momen yang ditunggu setiap tahunnya. Setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan, saatnya tiba untuk merayakan kemenangan. Berbagai jenis makanan dan minuman terbaik disajikan bagi keluarga, sahabat dan kenalan yang bersilaturahmi.

Ilustrasi menu saat Lebaran (Foto : Freepik)
Ilustrasi menu saat Lebaran (Foto : Freepik)

Selain kue kering memenuhi toples cantik di rumah, hidangan utama seperti opor ayam, rendang, sambal goreng hati, lontong sayur, sate kambing, gulai, kuah labu, lodeh terong, ketupat, akan berderet manis di meja penyajian, menunggu untuk disantap.

Hidangan penutupnya pun tak kalah menggoda. Aneka minuman seperti es sirup manis, es buah, es kelapa dengan warna dan topping menarik, sangat menggugah selera.

Tanpa terasa, suapan demi suapan sudah masuk ke perut. Kue kering dalam toples imut sudah pindah lokasi ke mulut. Satu tak pernah cukup kan? Apalagi kalau sambil ngobrol.

Berapa banyak kalori yang masuk?

Masih ingat nggak, makan apa saja seharian saat sedang kumpul bareng keluarga tercinta? Kue kering? Sudah pasti. Rendang? Uh, jangan ditanya, itu menu wajib! Lalu, es cendol, sirup pandan? Whoaaaa, sudah ludes.

Normalisasi slogan 'satu nggak pernah cukup' atau...'ah, sekali ini saja, kok' , menyebabkan kalori demi kalori masuk tanpa sadar. Jika tidak dikendalikan, kebiasaan makan berlebihan selama momen Lebaran dapat berdampak pada kenaikan berat badan yang diluar prediksi.

Namun, bukan cuma soal lonjakan angka di timbangan. Ada hal yang lebih penting dari itu. 

Berbagai hidangan khas Lebaran, mengandung tinggi kalori, lemak, dan gula. Opor ayam dan rendang misalnya, kaya akan santan dan minyak, sementara aneka kue kering serta minuman manis menyumbang jumlah gula yang cukup besar. 

Tak hanya soal angka di timbangan, asupan kalori berlebih bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan. Bila tidak diimbangi dengan berolahraga, maka kalori yang masuk tadi sulit untuk terbakar dan tubuh akan menyimpannya dalam bentuk lemak, dan buntutnya bisa memicu berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes.

Minuman ringan (Foto : bridgesward/Pixabay.com)
Minuman ringan (Foto : bridgesward/Pixabay.com)

Kamu cuma butuh prioritas

Tak perlu cemas berlebihan dengan timbangan yang terus bergeser naik. Bukan berarti tidak boleh makan di momen istimewa seperti ini. Nanti dikira sombong, lagi. Kamu cuma butuh buat prioritas untuk diri sendiri. 

Prioritas pada porsi kecil alias makan secukupnya. Opor, rendang, dan gulai memang menggoda, tapi jangan tergoda untuk mengambil porsi besar sekaligus. Ambil sedikit saja dari setiap hidangan agar tetap bisa mencicipi semuanya tanpa berlebihan. 

Prioritaskan protein dan serat yang membantu membuatmu kenyang lebih lama dan pastinya mencegah ngemil berlebihan, seperti ayam tanpa kulit atau tahu-tempe dan sayuran dengan kandungan serat yang tinggi. 

Ganti cemilanmu dengan potongan buah atau buah segar lainnya yang lebih sehat, serta batasi agar tidak ngemil berlebihan. Tiga potong nastar kesayangan, diperkirakan menyumbang 135 kalori, loh! Bisa dibayangkan kalau satu toples masuk semua dalam perut kan?

Tetap berolahraga atau aktivitas fisi saat Lebaran (Foto : Endho/Pixabay)
Tetap berolahraga atau aktivitas fisi saat Lebaran (Foto : Endho/Pixabay)

Prioritas pada minuman tanpa gula, seperti air putih, infused water atau kelapa muda tanpa tambahan sirup. 

Jadikan olahraga sebagai prioritas. Lebaran bukanlah momen rebahan sepanjang hari, lakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau olahraga lainnya bersama orang tercinta, untuk membakar kalori dan juga menjalin silaturahmi.

Pastikan untuk mendapatkan tidur yang cukup. Tubuh bukanlah mesin yang bisa dipaksa. Tubuh perlu istirahat untuk memperbaiki dirinya, termasuk menjaga ritme metabolisme

Pastikan mendapatkan 7- 8 jam untuk tidur, juga untuk memastikan kamu tidak makan terus-menerus selama belum tidur.

Jadi, tidak perlu panik berlebihan lihat angka di timbangan. Kebahagiaan berkumpul dengan keluarga dan bersilaturahmi di hari spesial ini adalah hal yang paling penting. 

Jadikan kenangan yang tertinggal adalah kenangan hangat di dalamnya, bukan kenangan tentang sakit akibat konsumsi makanan melebihi batas. 

Selamat Lebaran, selalu sehat dan berlimpah berkah.

Kupang, 31 Maret 2025

Ragu Theodolfi, untuk Kompasiana

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

Nunggu Bedug Makin Seru di Bukber Kompasianer

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.

Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun