George
George Konsultan

https://omgege.com/

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

5 Persiapan Muslim Kota Kupang Menghadapi Ramadan

15 Mei 2018   15:00 Diperbarui: 16 Mei 2018   19:11 1298
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
5 Persiapan Muslim Kota Kupang Menghadapi Ramadan
ilustrasi diolah dari beliefnet.com

Sebagaimana penganut Islam di seluruh dunia, masyarakat muslim Kota Kupang tentu memandang spesial bulan Ramadhan. Karena itu sejumlah persiapan sudah mereka lakukan jauh-jauh hari, setidaknya selama bulan Sya'ban, sebulan sebelum Ramadhan.

Sedikit catatan, yang baku menurut KBBI adalah kata Ramadan. Tetapi karena penghilangan huruf 'h' secara etimologi menghasilkan arti yang sangat berbeda dengan kata Ramadhan, saya memilih memilih menggunakan keduanya bergantian.

Bagaimana persiapan umat Islam di Kota Kupang menyambut Ramadhan? Apa saja yang mereka lakukan? Saya coba bertanya kepada para kenalan melalui media sosial dan whatsapp. Dari jawaban lima orang kenalan, terangkumlah lima persiapan utama mereka. Mari kita lihat.

Pertama, menabung.

Pak Abdul, guru SMK dan peternak ayam ketatkan ikat pinggang selama dua bulan menjelang Ramadan. Ia ajak istri mengevaluasi pengeluaran rutin rumah tangga  dan mengatur ulang rencana keuangan. Pengeluaran rutin yang bisa dipangkas mereka pangkas. Porsi belanja mereka kurangi. Mereka juga berkomitmen mudah merogoh dompet untuk hal-hal di luar rencana.

Pak Abdul melakukan itu agar bisa sisihkan uang untuk keperluan selama Ramadhan.

Selama Ramadan pengeluaran dapur memang meningkat. Pak Abdul harus membeli bahan-bahan pangan bergizi dan berenergi tinggi untuk mengimbangi puasa yang mereka laksanakan. Frekuensi makan yang berkurang harus diimbangi dengan asupan makanan bergizi agar Pak Abdul dan keluarga tidak jatuh sakit.

Selain itu, sebagian uang hasil penyisihan akan Pak Abdul gunakan untuk perbanyak amal di bulan Ramadhan. Ia dan istri sudah berencana akan menggelar dua kali buka puasa bersama, sekali di panti jompo, sekali di panti asuhan. Beberapa hari lalu Pak Abdul sudah mencari tahu ke panti asuhan yang dikelola umat seagamanya.

Pak Abdul dan Istri juga berencana membelikan beberapa hadiah lebaran untuk selusin narapadina penghuni Lembaga Pemasyarakatan. Menurut Pak Abdul, beramal di bulan Ramadan berbuah pahala lebih besar.

Menabung uang yang berhasil disisihkan selama beberapa bulan menjelang Ramadan juga dilakukan Dewi, lajang perantau dari Jawa. Untuk menambah tabungan, Dewi juga mengambil beberapa order pekerjaan kecil yang bisa ia lakukan selepas jam kantor.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun