Agung Han
Agung Han Wiraswasta

Part of #Commate'22-23 - KCI | Kompasianer of The Year 2019 | Fruitaholic oTY'18 | Wings Journalys Award' 16 | agungatv@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

TRADISI Pilihan

Kue Buatan Simbok Kue Lebaran Favorit Klangenan Ati

21 April 2023   14:26 Diperbarui: 21 April 2023   14:29 892
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kue Buatan Simbok Kue Lebaran Favorit Klangenan Ati
dokumentasi pribadi

Kompasianer's, selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadan. Semoga puasa kita membawa keberkahan, berhasil memroses diri menjadi pribadi lebih baik--aamiin.

Hari - hari terakhir bulan Ramadan, suasana mudik sudah sedemikian kuatnya. Tiket kereta api sudah ludes, bahkan dari 45 hari sebelum tanggal keberangkatan. Tiket bus luar kota, sepengetahuan saya harganya melonjak tajam (nyaris 3 kali lipat). Membuat saya putar balik, ketika mencari perbandingan harga. Akhirnya saya turut berburu tiket, memilih dengan kereta dibandingkan bus.

Menjelang lebaran, membawa saya pada kilas balik perjalanan panjang pernah saya lalui. Khususnya pada kejadian masa silam, semasa masih kanak di kampung halaman.

Adalah simbah wedok dari garis ibu (saya dan para cucu terbiasa memanggil mbok), selalu mengolah kue spesial. Kue dibuat simbok ini, khusus menjelang hari kemenangan. Sebagai orang jadul, almarhumah simbok sangat memegang erat tradisi. Konon kue tradisonal ini sengaja dibuat, karena membawa perlambang tersendiri.

Sebenarnya kue ini ada di mana-mana, mudah dibeli dan dibuat siapa saja. Tetapi buatan simbok terasa spesial, citarasanya tetaplah beda. Apalagi saya mengikuti proses, yang lumayan panjang dan membutuhkan ketekunan plus kesabaran.

Al fatihah buat simbok, kue lebaranmu tak ada yang menandingi. Bahkan setelah saya menua, prosesi mempersiapkan kue oleh simbok selalu teringiang di benak.

----

H- 2 lebaran (mengikuti ketentuan pemerintah)

Sebagai anak rantau (30 tahun lebih), saya turut dalam riuh arus mudik. Istri dan anak-anak, juga larut dalam keseruan pulang kampung tahun ini. Apalagi tiga lebaran kami absen mudik, karena pandemi dan pelarangan keluar kota. Maka pada mudik tahun ini, sungguh terasa antusiasmenya.

Ibu tempat tujuan utama, sudah dikabari beberapa hari sebelumnya. Dan beliau adalah orang, paling tidak sabar menunggu bungsunya. Di hari keberangkatan saya, perempuan sepuh (77 tahun) mengulang pertanyaan serupa pada kakak ipar di rumah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun