Aris Heru Utomo
Aris Heru Utomo Diplomat

Penulis buku Bola Bundar Bulat Bisnis dan Politik dari Piala Dunia di Qatar, Cerita Pancasila dari Pinggiran Istana, Antologi Kutunggu Jandamu. Menulis lewat blog sejak 2006 dan akan terus menulis untuk mencoba mengikat makna, melawan lupa, dan berbagi inspirasi lewat tulisan. Pendiri dan Ketua Komunitas Blogger Bekasi serta deklarator dan pendiri Komunitas Blogger ASEAN. Blog personal: http://arisheruutomo.com. http://kompasiana.com/arisheruutomo

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Artikel Utama

Lebaran di Wisma Konsul RI Pengganti Mudik Masyarakat Indonesia di Tawau

1 April 2025   11:16 Diperbarui: 1 April 2025   13:56 376
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Lebaran di Wisma Konsul RI Pengganti Mudik Masyarakat Indonesia di Tawau
Sebagian suasana Rumah Terbuka di Tawau tahun 2025, Sumber foto: Dokpri Aris Heru Utomo

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

La ilaha illa Allah, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Allahu Akbar Kabeera, walhamdulillahi kathira, wa subhanallahi bukratan wa aseela

La ilaha illa Allah wa la na'budu illa iyyahu, mukhlisina lahu ad-din walau karihal-kafirun

La ilaha illa Allah wahdahu, sadaqah wa'dahu, wa nasara 'abdahu, wa a'azza jundahu wa hazamal-ahzaba wahdah

La ilaha illa Allah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd

Begitu gema takbir hari raya Idul Fitri yang berkumandang selepas terbenam matahari pada malam 1 Syawal (selepas Maghrib). Takbir dikumandangkan sepanjang malam dan berakhir saat imam mengangkat takbiratul ihram untuk sholat sunat Hari Raya Idul Fitri. Dikumandangkannya takbir merupakan bentuk kegembiraan dan rasa syukur umat Islam karena melalui bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan ketakwaan. Selain itu, takbir juga menjadi simbol perpaduan dan kekuatan umat Islam di seluruh dunia.

Seperti halnya umat Islam di seluruh dunia, selepas magrib masyarakat muslim Indonesia di Tawau pun turut mengumandangkan takbir di masjid-masjid dan surau di dekat kediaman mereka yang tersebar di seluruh pelosok Tawau.

Pada 1 Syawal pagi, mereka bersama masyarakat Malaysia menuju lapangan terbuka di sekitar wilayahnya untuk menunaikan ibadah sholat Idul Fitri. Sementara itu, staf dan keluarga besar Konsulat RI di Tawau menuju halaman kantor Konsulat RI di Lorong Megah Jaya 10 untuk menunaikan sholat Idul Fitri bersama Konsul RI Tawau beserta seluruh keluarga besar Konsulat RI Tawau.

Sekitar serratus lima puluhan orang anggota keluarga besar Konsulat RI di Tawau menunaikan sholat Idul Fitri di tempat terbuka di halaman tengah Kantor Konsulat RI. Pada sholat Idul Fitri ini bertindak sebagai Khotib dan Imam sholat adalah Ustadz Nazar Jul, salah seorang tokoh agama Islam di Tawau yang berasal Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam sambutan sebelum sholat Idul Fitri, Konsul RI Tawau menyebutkan mengenai alasan pemilihan tempat sholat Idul Fitri di tempat terbuka bukan di dalam aula ruang Nusantara yang berpendingin udara. Menurut Konsul RI Tawau, pemilihan tempat terbuka untuk sholat Idul Fitri adalah untuk mencontoh perilaku Nabi Muhammad SAW. yang melaksanakan salat Id di tanah lapang atau lapangan terbuka.

Disampaikan oleh Konsul RI Tawau bahwa hal tersebut sesuai dengan hadis dari Abu Sa'id al-Khudri RA, yang berbunyi: "Rasulullah SAW. keluar menuju lapangan tempat salat pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. Kemudian hal pertama yang dilakukannya adalah salat Id" (HR Bukhari).

Kemudian, Konsul RI Tawau pun mengingatkan kembali makna kata Idul Fitri yang berarti kembali menjadi suci. Oleh karena itu Konsul RI Tawau mengajak jamaah sholat Idul Fitri untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H sebagai hari kemenangan, kemenangan membawa manusia kembali suci.

Sementara itu, Ustadz Najar Jul dalam khutbahnya menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan momentum bagi seorang Muslim untuk melatih diri menjadi hamba yang bertakwa kepada Allah SWT.

Selanjutnya Ustadz Najar Jul mengajak para jamaah untuk menjadikan momen Idul Fitri sebagai kesempatan untuk menjalin dan memperkuat ukhuwah yang bukan hanya karena saudara sesama muslim tetapi juga saudara serumpun, antara masyarakat Indonesia dan Malaysia di Tawau.

Ustadz Najar Zul menyampaikan harapannya bahwa dengan semakin kuatnya ukhuwah di antara masyarakat Indonesia dan Malaysia di Tawau, hubungan kedua negara akan semakin kuat dan dapat dilakukan peningkatan hubungan kerja sama di berbagai bidang.

Usai pelaksanaan sholat dan khutbah Idul Fitri, kegiatan dilanjutkan dengan ramah Tamah dan silahturahmi Rumah Terbuka (Open House) di Wisma Konsul RI Tawau di Taman Kaffar, Sin Onn mulai pukul 10.30 waktu setempat.

Selain keluarga besar Konsulat RI Tawau, hadir dalam kegiatan rumah terbuka ini antara lain anggota masyarakat Indonesia lainnya di Tawau, anggota Parlemen Malaysia daerah pemilihan Tawau, Yang Berhormat (YB) Datuk Lo Su Fui, Ahli Dewan Undangan Negeri (DUN) Sabah (setingkat anggota DPRD) daerah Tawau YB Justing Wong dan YB Datuk Hamild, anggota DUN daerah Sandakan YB Calvin Chong, perwakilan pejabat Pemerintah Daerah Tawau, perwakilan tokoh-tokoh politik Sabah di Tawau, Perwakilan Resimen Militer Brigade 5 Tawau, perwakilan tokoh masyarakat dan sejumlah pengusaha Tawau.

Saat pelaksanaan gelaran rumah terbuka, para tamu sudah mulai mendatangi Wisma Konsul RI lebih awal dari waktu yang semestinya. Hal ini menunjukkan tingginya antusias untuk bersilahturahmi pada Hari Raya Idul Fitri.

Konsul RI Tawau dan keluarga terlihat langsung menyambut dan menyalami tamu yang datang di teras Wisma. Setelah bersalaman dan berbincang-bincang sejenak, para tamu berfoto bersama dengan Konsul RI Tawau di depan backdrop yang telah disiapkan ataupun di ruang tamu wisma dengan latar belakang potret Presiden dan Wakil Presiden RI serta lambang Garuda Pancasila.

Setelah itu para tamu diajak untuk menikmati sajian istimewa khas masyarakat Indonesia saat Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran seperti lontong, ketupat, opor ayam, rendang, sambal krecek goreng ati, sayur lodeh, telor balado, kerupuk kampung dan kripik tempe. Terdapat pula sajian istimewa lainnya seperti rujak serut, wingko babat, kue lapis legit dan wajik.

Untuk memberi kesempatan para tamu untuk menikmati sajian kuliner khas Indonesia, selain di ruang makan wisma, hidangan juga disiapkan di tiga buah tenda yang didirikan di halaman wisma.

Ketika ditanyakan alasan menyediakan sajian khas Indonesia di hari Lebaran, Konsul RI Tawau menyampaikan bahwa menu-menu tersebut sangat dekat dengan budaya masyarakat Indonesia. Lontong, ketupat, opor ayam dan sebagainya merupakan kuliner yang akrab dengan masyarakat Indonesia, terutama saat hari Lebaran.

Dengan menghadirkan kuliner lebaran khas Indonesia di hari Lebaran, ia ingin menghadirkan suasana kampung halaman Indonesia, sehingga masyarakat Indonesia yang hadir seperti merasa pulang kampung, berada di rumah sendiri. Sementara tamu-tamu warga Malaysia bisa lebih mengenal berbagai kuliner Indonesia.

Suasana penuh kehangatan, keakraban, kegembiraan dan kebersamaan menyelimuti pelaksanaan rumah terbuka. Para tamu tampak menggunakan momen hari Lebaran untuk bersilahturahmi dengan sesama anggota masyarakat Indonesia di rantau. Perbincangan menarik tentang berbagai hal antara di antara para tamu pun berlangsung di ruang tamu dan di seputar meja makan di dalam wisma ataupun di halaman wisma di bawah tenda,

Salah seorang anggota Masyarakat Indonesia yang hadir di kegiatan Rumah Terbuka menyatakan kegembiraannya bisa hadir di Wisma Konsul RI. Baginya, hadir di kegiatan Rumah Terbuka serasa mudik atau pulang kampung, terlebih sudah lebih dari enam tahun dirinya tidak mudik ke kampung halamannya di Sulawesi Selatan. Di Rumah Terbuka, ia bisa bertemu dengan keluarga besar masyarakat Indonesia dalam sekali kesempatan. Selain itu bisa menikmati menikmati sajian kuliner khas hari Lebaran.

"Karena satu dan lain hal, sudah lebih dari enam tahun, saya tidak mudik ke kampung halaman di Sulawesi Selatan. Sehingga dengan datang ke Rumah Terbuka di Wisma Konsul RI, setidaknya saya dapat mengurangi kerinduan akan keluarga dan kampung halaman," ujar seorang anggota masyarakat Indonesia yang hadir pada kegiatan rumah terbuka.

"Sebenarnya, berkat kemajuan teknologi informasi, saya bisa melakukan video call dan bertatap muka dengan keluarga di kampung, tetapi pertemuan tatap muka langsung terasa lebih membahagiakan, selain mengurangi kerinduan akan kuliner khas kampung halaman" tambahnya

Benar sekali, kesempatan Hari Raya Idul Fitri merupakan kesempatan yang baik untuk saling bertemu dengan semangat baru usai menjalankan ibadah puasa Ramadhan dan kesempatan untuk mudik bagi sebagian anggota masyarakat Indonesia, meskipun sebatas mudik ke Wisma Konsul RI. ***

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

Nunggu Bedug Makin Seru di Bukber Kompasianer

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.

Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun