Casmudi
Casmudi Full Time Blogger

Travel and Lifestyle Blogger I Kompasianer Bali I Danone Blogger Academy 3 I Finalis Bisnis Indonesia Writing Contest 2015 dan 2019 I Netizen MPR 2018

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

Ustadz Abdul Somad (UAS), Tokoh Islam yang Rendah Hati

27 Mei 2019   21:08 Diperbarui: 27 Mei 2019   21:26 539
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ustadz Abdul Somad (UAS), Tokoh Islam yang Rendah Hati
Ustadz Abdul Somad  sedang berceramah di hadapan jamaah (Sumber: Bangkapos.com)

Akhirnya, petugas kepolisian berjaga-jaga untuk mengatasi keadaan. Kebetulan, saya hadir saat kejadian Ustadz Abdul Somad mau berceramah di Masjid Baiturrahmah. Masjid ini berada di kawasan Kampung Jawa Denpasar.  

Namun, bukan Ustadz Abdul Somad namanya kalau tidak dirindukan ceramahnya. Kalimatnya  yang blak-blakan dan berani dalam menganalisa tipe pemimpin negeri ini sungguh membuat merah kuping beberapa kalangan. Tetapi, demi kemaslahatan umat, beliau tetap teguh untuk menyampaikan ceramahnya.

Ada pepatah, semakin dihadang maka semakin dicintai publik. Ya, sosok Ustadz Abdul Somad salah satunya. Beliau tak gentar menghadapi segala hadangan dan rintangan yang menghambat ceramahnya ke arah kebaikan. Umat semakin merindukan ceramahnya yang aktual dan sesuai dengan kondisi terkini.

Tidak salah jika Ustadz Abdul Somad dikenal sebagai seorang pendakwah dan ulama Indonesia apa adanya. Tidak dibuat-buat dan berbicara ceplas-ceplos tanpa tedeng aling-aling.

Kontroversi terbarunya adalah saat Ustadz Abdul Somad berbicara bersama Capres Nomor urut 02 Prabowo Subianto. Adegan pembicaraan tersebut disiarkan langsung  oleh salah stasiun swasta Indonesia. Kejadian ini menghentsk publik saat tensi Pilpres 2019 sedang panas-panasnya. Namun, beliau tidak bergeming dan melakukannya apa adanya.
Meskipun, faktanya banyak teguran dari berbagai pihak khususnya dari lembaga yang mengurusi ASN (Aparat Sipil Negara). Di mana, tuntutan ASN harus bersikap netral dalam kancah Pilpres 2019.

img-20190527-215051-jpg-5cebedc495760e52233892d3.jpg
img-20190527-215051-jpg-5cebedc495760e52233892d3.jpg

Ustadz Abdul Somad menjadi buah bibir saat Pilpres 2019 lalu (Sumber: detiknews.com)

PANUTAN UMAT
Bagi saya, sosok Ustadz Abdul Somad bisa menjadi panutan umat. Kajian-kajian yang diulas benar-benar mendalam. Lihat saja, saat beliau memberikan ceramah singkat dalam acara televisi TV ONE menjelang berbuka puasa. Kajiannya terlihat santai, tetapi sangat mendalam.  

Beiau memang ahli dalam mengulas berbagai macam persoalan agama, khususnya kajian ilmu hadis dan Ilmu fikih. Dikenal publik karena  kedalaman Ilmu dan kelugasannya dalam memberikan penjelasan yang baik. Anda bisa melihat berbagai analisa beliau di laman YouTubenya "Tafaqquh Video".
Dalam ceramahnya tidak terlihat ciri khas sepertti ustadz lainnya. Tetapi, kajian-kajiannya yang tajam dan menarik membuat banyak orang suka dengan tausiahnya. Ulasan yang cerdas dan lugas, mudah dicerna dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat.

Saya sendiri memberikan label buat beliau sebagai Ustadz panutan umat. Lain dengan ustadz selebritis lainnya yang mudah mengupas sisi kehidiupannya. Dari tampilan rumah yang mewah hingga kekayaan yang diperoleh dari hasil ceramahnya. Saya justru belum tahu sisi tersebut dari beliau.

Yang saya tahu adalah beliau menjadi perwakilan dari merk minuman kopi Luwak. Beliau membawa beberapa umat yang terpilih untuk mendapatkan ibadah umrah gratis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun