Frans Leonardi
Frans Leonardi Akuntan

Sebagai seorang introvert, Saya menemukan kekuatan dan kreativitas dalam ketenangan. Menyukai waktu sendirian untuk merenung dan mengeksplorasi ide-ide baru, ia merasa nyaman di balik layar ketimbang di sorotan publik. seorang amatir penulis yang mau menyampaikan pesannya dengan cara yang tenang namun , menjembatani jarak antara pikiran dan perasaan. Salam dari saya Frans Leonardi

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Tips Sehat Menggoreng Sayuran

2 April 2025   12:00 Diperbarui: 2 April 2025   07:50 128
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tips Sehat Menggoreng Sayuran
Kol Goreng. (Dok Doktersehat.com)

Banyak orang percaya bahwa makanan yang digoreng, termasuk sayuran, pasti tidak sehat. Mereka menganggap bahwa menggoreng hanya akan menambah lemak, membuat makanan lebih berminyak, serta merusak kandungan nutrisi yang ada dalam bahan makanan. Namun, benarkah anggapan ini? Apakah semua makanan yang digoreng pasti buruk bagi kesehatan? Ataukah ada cara agar tetap bisa menikmati gorengan tanpa harus merasa bersalah?

Faktanya, menggoreng tidak selalu berarti buruk. Jika dilakukan dengan cara yang benar, metode ini justru bisa membantu mempertahankan nutrisi dalam sayuran dan membuatnya lebih lezat tanpa harus kehilangan manfaat kesehatan. Ada banyak faktor yang menentukan apakah sebuah gorengan itu sehat atau tidak, mulai dari jenis minyak yang digunakan, suhu saat memasak, hingga teknik yang diterapkan.

Masalahnya, masih banyak orang yang melakukan kesalahan dalam menggoreng, terutama saat mengolah sayuran. Mulai dari menggunakan minyak yang salah, menggoreng pada suhu yang tidak tepat, hingga membiarkan makanan menyerap terlalu banyak minyak. Akibatnya, bukan hanya nutrisi yang hilang, tetapi juga menambah risiko bagi kesehatan, seperti meningkatnya kadar lemak trans dan radikal bebas dalam tubuh.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara menggoreng sayuran agar tetap sehat? Apa saja kesalahan umum yang perlu dihindari? Dan benarkah menggoreng bisa meningkatkan kandungan nutrisi dalam makanan tertentu? Mari kita bahas lebih dalam.

Mengapa Menggoreng Sayuran Sering Dianggap Tidak Sehat?

Sebelum memahami cara menggoreng sayuran dengan sehat, penting untuk mengetahui mengapa metode memasak ini sering mendapatkan reputasi buruk.

Pertama, menggoreng sering kali dikaitkan dengan peningkatan kadar lemak dan kalori dalam makanan. Hal ini memang benar jika proses menggoreng dilakukan dengan cara yang salah, seperti menggunakan terlalu banyak minyak atau memasak pada suhu yang tidak tepat. Ketika minyak terlalu panas, makanan bisa menjadi gosong di luar tetapi masih mentah di dalam. Sebaliknya, jika minyak terlalu dingin, makanan justru menyerap lebih banyak minyak dan menjadi lebih berminyak.

Kedua, minyak yang dipanaskan dalam waktu lama bisa mengalami oksidasi dan menghasilkan senyawa berbahaya seperti aldehida dan radikal bebas. Senyawa ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk peradangan kronis, penyakit jantung, dan bahkan kanker.

Ketiga, banyak orang tidak menyadari bahwa tidak semua minyak cocok untuk menggoreng. Beberapa minyak memiliki titik asap yang rendah, yang berarti mereka akan lebih cepat rusak ketika dipanaskan pada suhu tinggi. Jika digunakan berulang kali, minyak ini bisa berubah menjadi sumber lemak trans yang berbahaya bagi tubuh.

Namun, bukan berarti semua gorengan harus dihindari. Dengan pemilihan minyak yang tepat, suhu yang dikontrol dengan baik, serta teknik memasak yang lebih sehat, menggoreng tetap bisa menjadi metode memasak yang aman. Bahkan, dalam beberapa kasus, proses ini bisa meningkatkan kandungan nutrisi dalam makanan tertentu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

Nunggu Bedug Makin Seru di Bukber Kompasianer

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.

Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun