Pemerhati dan Pengamat Regulasi Persampahan | Terus Menyumbang Pemikiran yang sedikit u/ Tata Kelola Sampah di Indonesia | Green Indonesia Foundation | Founder PKPS di Indonesia | Founder Firma AH dan Partner | Jakarta | Pendiri Yayasan Kelola Sampah Indonesia - YAKSINDO | Surabaya. http://asrulhoesein.blogspot.co.id Mobile: +628119772131 WA: +6281287783331
Laskar Pelangi, Merajut Perbedaan dalam Bingkai Solidaritas
Film ini juga menuai sukses yang luar biasa. Tak hanya berhasil mengangkat nama para pemainnya, juga mengerek popularitas Pulau Belitung.
Latar belakang keindahan panorama alam Belitung membuat banyak orang penasaran, apakah keindahan negeri Laskar Pelangi memang seindah warna aslinya di film.
Baca Juga: Riri Riza, Rocker yang terpincut dengan film
Untuk menambah penjelasan atas rekomendasi kelayakan Film Laskar Pelangi. Selain sedikit cerita soal film tersebut diatas, penulis infokan tentang sukses story Riri dan hubungan persahabatan dengan temannya sesama pekerja film lainnya.
Seperti Mira Lesmana, Rizal Mantopani. Juga persahabatan mereka sangat menginspirasi, saling mendukung mencapai kesuksesan masing-masing. Persahabatan mereka tersebut bagaikan cerita novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Kebetulan penulis sangat mengenal orang tua Riri, sama-sama dari Makassar (Dh: Ujung Pandang). Saat masih di Makassar, Riri sering menemani ayahnya, Mohammad Riza, ke pelosok daerah di Sulawesi Selatan, termasuk ke kampung kelahiran penulis di Kab. Bone, untuk memutar film soal KB, pertanian, penggunaan pupuk, dan program pemerintah lainnya.
Sang ayah Riri bekerja di Departemen Penerangan Sulawesi Selatan. Pekerjaan ayahnya yang membuatnya sering bersinggungan dengan film, pertunjukan seni, festival film hingga kampanye politik. Departemen itu dulu memang sangat powerful sebagai alat propaganda pemerintah Orde Baru di masa Presiden Soeharto.
Film Laskar Pelangi sangat memotivasi tentang arti persahabatan dan solidaritas. Sebagaimana kisah persahabatan antara Riri, Mira Lesmana, Nan, dan Rizal Mantopani. Mereka ketemu di Jakarta dan bersahabat setelah Riri ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikannya di Ikatan Kesenian Jakarta (IKJ).
Pada tahun 1988 Riri menjadi mahasiswa di IKJ, banyak bertemu para maestro film. seperti Sutradara Teguh Karya, Asrul Sani dan lainnya. Kuliahnya berjalan mulus. Riri lulus dengan prestasi akademik tertinggi di angkatannya.
Bersama dengan Mira membentuk Miles Production (sekarang Miles Film) setelah Kuldesak tayang. Riri menjadi sutradara full time di tempat itu hingga sekarang. Kolaborasi keduanya bagai dynamic duo yang kerap mengguncang industri film Indonesia.
Jadi tidak heran Riri selaku sutradara film Laskar Pelangi bersama Mira Lesmana banyak memotivasi film-film yang dibuatnya berdasar karakter dari kadar persahabatan mereka yang tinggi. Sehingga patut diteladani oleh anak muda milenial saat ini yang sudah kurang menanamkan nilai silaturahmi yang saling mendukung dalam persahabatannya.