Isti Yogiswandani
Isti Yogiswandani Ibu rumah tangga

Peringkat 3 dari 4.718.154 kompasianer, tahun 2023. Suka traveling, dan kuliner.

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Antara Lodeh Ontong dan Ida Dayak

10 April 2023   13:20 Diperbarui: 10 April 2023   14:48 2099
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Antara Lodeh Ontong dan Ida Dayak
Bahan pembuat lodeh Ontong (dokpri) 

Namun, ada baiknya kita simak pendapat Sosiolog Universitas Indonesia Ida Ruwaida, tentang pengobatan Ida Dayak yang diminati banyak orang. 

Seperti dinukil dari Youtube Sapa Indonesia Pagi, Rabu 5 April 2023, Ida menganalisis, banyaknya pasien yang berobat kepada Ida Dayak, dapat dirangkum sebagai berikut :

1. Pengobatan alternatif memang sudah dikenal di Indonesia sebagai demidikalisasi. Jadi bukan merupakan barang baru. 

2. Pengobatan yang dianggap irrasional ini menjadi rasional ketika pasien yang sudah bertahun-tahun sakit, atau sudah hampir putus asa, menjadi seperti menemukan harapan baru. 

Dengan pengobatan yang sudah banyak diunggah keberhasilan nya di medsos, pasien berharap juga atas kesembuhan bagi dirinya. 

3. Keterbatasan akses terhadap pengobatan modern, misalnya karena faktor ekonomi, karena mahalnya biaya pengobatan. 

Lain lagi menurut Antropolog sosial-budaya dari Universitas Mulawarman di Kalimantan Timur, Martinus Nanang, masyarakat berobat alternatif bukan karena tidak percaya medis. Tapi mereka saat sakit sudah lebih dulu beli obat dan ke dokter. 

Saat medis sudah tidak bisa menyembuhkan, dan putus ada, barulah mereka memilih pengobatan alternatif. 

Sementara itu, mengonsumsi Ontong yang merupakan resep leluhur juga karena kepercayaan masyarakat akan khasiat Ontong. 

Ontong atau jantung pisang adalah sayuran dengan kadar lemak rendah, sumber karbohidrat, rendah kolesterol, mengandung serat pangan, beta karoten, vitamin C, dan kalium.

Biasanya, Ontong dikonsumsi dan dimasak sebagai bothok, disayur lodeh, dibuat pecel, diurap, dll. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun