Latifah Hardiyatni
Latifah Hardiyatni Buruh

Latifah, seorang wanita penyuka membaca dan menulis sederhana

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

Menunggu Sahur dengan Membaca Buku Penyair, "Gema Tanpa Sahutan"

7 April 2023   11:05 Diperbarui: 7 April 2023   11:07 1452
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Menunggu Sahur dengan Membaca Buku Penyair, "Gema Tanpa Sahutan"
Tebar Hikmah Ramadan. Sumber ilustrasi: PAXELS

Gema Tanpa Sahutan sendiri adalah judul puisi dalam buku ini yang ada pada halaman 69. Puisi empat bait yang ditulis pada tahun 2021.

Buku Gema Tanpa Sahutan ditutup dengan epilog yang manis.

Halaman selanjutnya adalah tentang penyair dan segudang karyanya yang dijabarkan hingga 3 halaman. Wow banyak banget, ya.

  • Kesimpulan

Buku kumpulan puisi karya Bapak Acep Zamzam Noor ini sangat peresensi rekomendasikan untuk pencinta puisi. Dengan kelebihan pada pemilihan kata yang menjadikan kalimat padat penuh makna dan tak lewah juga pesan yang mendalam serta rasa yang terasa begitu nyata. Tak banyak kata-kata asing atau kata-kata sulit dalam buku ini. Namun, rangkaian kata yang disusun membuat peresensi membacanya secara pelan sebab bagi seorang awam puisi seperti peresensi membaca puisi sekali jadi sangatlah sulit. Jadi harus ada konsentrasi tinggi dan fokus agar paham makna yang ingin disampaikan.

Buku ini dapat dibeli dengan harga untuk pulau jawa 60.000. Kalau ingin meminjam juga bisa, seperti yang peresensi lakukan, meminjam di aplikasi Ipusnas.

Sekian resensi kali ini. Semoga bermanfaat.

Magelang, 7 April 2023

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun