Agar Kondisi Tubuh Tetap "Fresh" Usai Ramadhan
Ingat. Makanan lezat dan enak di hari raya Idul Fitri namun mengandung lemak dan gula tinggi.
Setelah satu bulan lamanya kita menahan lapar dan dahaga dan berbuka dengan menu seadanya, di hari Lebaran kita "membalas dendam"
Selama Ramadhan telah terjadi perubahan yang signifikan dalam pola makan dan gaya hidup mereka.
Pola makan selama puasa sering kali berubah drastis sesudah Lebaran, terutama dengan adanya konsumsi makanan berlemak dan tinggi gula yang tak terkendali.
Suasana itu bisa berdampak kepada kesehatan, dari berat badan hingga masalah pencernaan.
Puasa sejatinya adalah momen untuk memulai kebiasaan yang sehat.
Di Ramadhan kita dibiasakan mengatur pola tidur, pola makan, serta poin -poin penting buat kesehatan.
Ramadhan sebenarnya menjadi kebiasaan membentuk pola makan serta gaya hidup yang seharusnya dilanjutkan sesudahnya.
Jadi dengan demikian, bagaimana caranya agar bisa melanjutkan program yang baik itu selama Ramadhan dan setelahnya?
1. Menghindari kebiasaan buruk
Selama Ramadhan, banyak perokok yang mengurangi frekuensi mereka menghisap rokok, mereka merokok hanya setelah berbuka.
Namun setelah usai, banyak yang mengulangi kebiasaan mereka merokok dan seterusnya.
2. Kembali aktif bergerak
Setelah lebaran, ini saatnya kita kembali aktif menghidupkan semangat untuk berolahraga.
Jika tidak, tubuh akan mudah terfokus kepada perasaan lapar dan ingin makan terus.
Oleh karenanya sangat penting untuk berolahraga kembali 3-4 kali seminggu dengan intensitas ringan. Seperti latihan dengan beban yang ringan, yoga, jogging, atau jalan santai.
3. Mengembalikan pola tidur
Selama Ramadhan pola tidur kita seringkali mengalami perubahan akibat rutinitas sahur dan berbuka.
Kembalikan rutinitas tidur. Semisal tidur pukul 22.00 setiap malam, dan bangun jam 06.00. Durasi tidur yang baik bagi orang dewasa adalah 7-8 jam sehari.
4. Minum dan kurangi minuman manis
Selama Ramadhan, tubuh menyesuaikan diri dengan pola konsumsi cairan yang berbeda.
Maka setelah Lebaran, WHO menyarankan untuk mengonsumsi 2-3 liter air putih setiap hari. Sebaiknya hindari minuman yang mengandung banyak gula seperti soda, sirup, gula, atau minuman kemasan lainnya.
5. Mengatur kembali pola makan
Penting sekali untuk mengatur pola makan untuk kesehatan selama Ramadhan, terutama hindari yang mengandung lemak dan bergula tinggi.
Mulailah mengurangi hal yang mengandung banyak lemak dan gula tinggi.
Konsumsilah kacang-kacangan, ikan, sumber protein sehat, buah-buahan, dan sayur-sayuran yang sehat.
Gunakan pola makan 80/20. Ini artinya kita mengonsumsi 80 persen makanan yang sehat dan bergizi, serta 20 persen sisanya yang fleksibel, namun tetap dalam batas yang wajar.
Demikian konsumsi makanan kita setelah Ramadhan usai dan kembali ke kebiasaan yang menyehatkan di Lebaran.
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025