Rudy Wiryadi
Rudy Wiryadi Akuntan

Mulai hari dengan bersemangat

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

Ramai Pengobatan Tradisional Ida Dayak, Bolehkah Umat Muslim Ikut Berobat? Begini Penjelasan Buya Yahya

10 April 2023   11:07 Diperbarui: 20 April 2023   14:16 1164
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ramai Pengobatan Tradisional Ida Dayak, Bolehkah Umat Muslim Ikut Berobat? Begini Penjelasan Buya Yahya
Ida Dayak (metro.suara.com)

Kendati barangkali Anda tidak mengetahui persis seperti apa sih "dukun" Ida Dayak mengobati pasiennya?

Mungkin juga Anda hanya mendengar saja nama Ida Dayak ini yang menjadi penyembuh berbagai macam penyakit.

Sungguh sangat mengherankan.

Seperti bumi dan langit jelas sudah metode pengobatan yang dilakukan oleh wanita kelahiran Pasir Belengkong, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, 3 Juli 1972 (50) itu jauh berbeda dengan metode pengobatan yang dilakukan secara medis.

Selain dari cara pengobatannya yang sangat sederhana, kemanjuran, kecepatan, lokasi pengobatan, dan biayanya.

Dengan menggunakan pakaian adat Dayak Ida Dayak terlebih dahulu melakukan ritual menari sebelum mulai menyentuh pasiennya, sesudah itu dia mengoleskan minyak berwarna merah kepada pasiennya.

Dari kalimat yang diucapkannya sebelum menyentuh pasiennya untuk diobati, Ida Dayak memang beragama Islam.

Basmallah dan Lailahhaillah, dua kalimat tersebut selalu diucapkan Ida sebelum mulai proses penyembuhan pasiennya.

Dengan kalimat tauhid itu seolah-olah Ida ingin menunjukkan bahwa kesembuhan itu tak pelak berasal atas kuasa Allah semata.

"Saya Islam. Saya mulai mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim dulu," kata Ida pada suatu waktu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun