kaekaha
kaekaha Wiraswasta

(Mantan) Musisi, (mantan) penyiar radio dan (mantan) perokok berat yang juga penyintas kelainan buta warna parsial ini, penikmat budaya nusantara, buku cerita, sepakbola, kopi nashittel, serta kuliner berkuah kaldu ... ingin sekali keliling Indonesia! Email : kaekaha.4277@yahoo.co.id

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Artikel Utama

Serunya "Mudik Hijau" Serasa Berpetualang Menuju Hulu Sungai Barito

21 Maret 2025   21:26 Diperbarui: 25 Maret 2025   12:04 2167
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Serunya "Mudik Hijau" Serasa Berpetualang Menuju Hulu Sungai Barito
Bus Air atau Bus Sungai KM Pancar Mas II | @kaekaha

Bus Air dan Budaya Sungai

Setiap daerah di Indonesia selalu mempunyai tradisi unik sebagai bentuk adaptasi terhadap spesifikasi alam dan lingkungan yang menjadi tempatnya bertumbuh dan berkembang hingga membudaya menjadi identitas komunal dari entitas budaya yang sedari awal menjadikannya sebagai bagian tak terpisahkan dari aktifitas sehari-hari mereka.

Salah satunya yang sangat menarik adalah tradisi dan budaya sungai dan rawa yang masih eksis dan berkembang menjadi identitas masyarakat di Pulau Kalimantan, terutama Suku Banjar. 

Salah satu produk budaya sungai dan rawa Urang Banjar yang sangat unik adalah alat transportasi sungai tradisional berukuran cukup besar yang berfungsi sebagai angkutan umum dengan trayek antar kota antar provinsi (AKAP) yang kelak dikenal sebagai bus air atau buas sungai.

Pesisir Sungai Barito yang Sekilas Lebih Mirip Laut Daripada Sungai | @kaekaha 
Pesisir Sungai Barito yang Sekilas Lebih Mirip Laut Daripada Sungai | @kaekaha 

Sesuai namanya Bus Air, kapal kayu yang beberapa dekade silam pernah merajai jalur transportasi sungai AKAP Banjarmasin (Kalimantan Selatan)-Muara Teweh (Kalimantan Tengah) sejauh 400-an km ini sampai sekarang masih menjadi pilihan transportasi warga, terutama yang tinggal di pesisir atau tepian Sungai Barito.

Baca Juga Yuk! "Basambang" di Rawa-rawa, Bersama Julak Mamutiki Iwak

Sayangnya, karena semakin bagusnya pembangunan infrastruktur darat berupa jalan raya berikut armada bus dengan kemampuan daya jelajah dan daya angkut yang lebih efektif dan efisien (katanya!?) menjangkau kota-kota antar propinsi, dari sekian banyak bus air yang dulu pernah lalu lalang menjadi moda transportasi andalan masyarakat, kini hanya menyisakan satu saja bus air yang masih eksis beroperasi.

Info Perjalanan Kapal di Beranda Lantai 2 | @kaekaha
Info Perjalanan Kapal di Beranda Lantai 2 | @kaekaha

Bus Air Pancar Mas II Sang Legenda

Di Kalimantan, ternyata tradisi mudik atau pulang kampung tidak hanya menjadi domain dari angkutan darat dan udara yang selama ini selalu menjadi pengisi berita utama di seputaran cerita mudik di berbagai media, karena di sepanjang alur Sungai Barito yang membentang sejauh hampir 1000 km itu masih ada bus air yang melayani trayek umum antar kota antar propinsi. 

Satu-satunya bus air yang sampai sekarang masih aktif menyusuri trayek umum antar kota antar propinsi yang menghubungkan Banjarmasin (Kalimantan Selatan) dengan berbagai kota di sepanjang jalur pelayaran Sungai Barito, seperti Marabahan (Kab. Barito Kuala), Buntok (Kab. Barito Selatan) sampai ujungnya di Kota Muara Teweh (Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah) adalah KM Pancar Mas II.

Baca Juga Yuk! Coba Deh, Setidaknya Sekali Seumur Hidup, Mudiknya Naik Kereta Api!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

Nunggu Bedug Makin Seru di Bukber Kompasianer

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.

Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun