kaekaha
kaekaha Wiraswasta

(Mantan) Musisi, (mantan) penyiar radio dan (mantan) perokok berat yang juga penyintas kelainan buta warna parsial ini, penikmat budaya nusantara, buku cerita, sepakbola, kopi nashittel, serta kuliner berkuah kaldu ... ingin sekali keliling Indonesia! Email : kaekaha.4277@yahoo.co.id

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Mie Ayam Mas Jono

22 Maret 2025   22:44 Diperbarui: 22 Maret 2025   22:44 2587
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Mie Ayam Mas Jono
Mie Ayam Mas Jono | @kaekaha

Hari pertama puasa Ramadan di Kota Banjarmasin diwarnai dengan turunnya hujan hampir sepanjang hari, bahkan sesaat sebelum kumandang azan Maghrib yang tinggal beberapa menit lagi, gerimis agak tebal masih mengguyur bumi.

Wajar jika seharian ini, suhu udara kota berjuluk 1000 Sungai ini lebih dingin dari biasanya, hingga jalanan yang biasanya ramai juga terlihat lebih lengang dari biasanya.

Saat itulah dari ruas arah luar kota jalan A. Yani terlihat penjual mie ayam dengan gerobak becaknya yang berwarna biru tetap menerobos gerimis pelan-pelan seperti merayap di jalanan yang menghubungkan seluruh ibu kota provinsi di Pulau Kalimantan itu.

Baca Juga Yuk! Keluarga Gado-gado dan "Kompromi Uniknya" dalam Menu Sahur dan Berbuka

Terlihat basah kuyup, pengayuh pedal gerobak mie ayam itu mengarahkan gerobaknya masuk ke halaman Masjid Munawaroh, masjid terbesar di seputaran kilometer 7, tidak jauh dari komplek pasar tradisional paling terkenal di Kalimantan Selatan, Pasar Ahad, Kertakhanyar.

Setelah memarkir gerobak mie ayamnya di pojok tempat parkir yang tidak jauh dari tempat wudhu, Mas Jono, sesuai dengan tulisan di gerobaknya "Mie Ayam Mas Jono", mengeluarkan sarung dan baju Koko dari tas hitam yang disimpannya dalam lambung bawah gerobak. 

Seperti banyak musafir yang lewat di jalan A. Yani lainnya, Mas Jono sepertinya mau mengikuti buka puasa bersama, agenda rutin bulan puasa di masjid tua yang memang populer di kalangan musafir yang kebetulan lewat di ruas jalan depan masjid, sekalian menjalankan ibadah salat Maghrib berjamaah setelahnya.

Mie Ayam Mas Jono | @kaekaha
Mie Ayam Mas Jono | @kaekaha

Sudah menjadi rahasia umum se-Banjaran, kalau masjid yang buka 24 jam ini punya tradisi buka puasa bersama sebagai syiar Ramadan yang sudah tergolong legendaris. Salah satunya karena menu buka puasanya yang selalu menghadirkan kuliner Banjar bahari alias kuliner tradisional Banjar jaman dulu. 

Seperti menu hari ini yang kabarnya menghadirkan menu katupat batumis ditemani dengan seiris wadai hamparan tatak, sebiji kurma medjool dan segelas teh panas. Sedaaap!

Selesai buka puasa dan menjalani semua rangkaian ibadah salat Maghrib, Mas Jono langsung menuju gerobak mie ayamnya di parkiran. Betapa terkejutnya Mas Jono, begitu mengetahui gerobaknya acak-acakan dan yang bikin shock, setelah di periksa ternyata tabung gas melon miliknya di bagian bawah gerobak yang terkunci dan juga modal uang recehan untuk kembalian lenyap dari tempatnya.

Baca Juga Yuk! Semua Menang, Semua Senang di "War Takjil" Pasar Wadai, Banjarmasin

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

Nunggu Bedug Makin Seru di Bukber Kompasianer

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.

Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun