Ruth Lana Monika
Ruth Lana Monika Wiraswasta

Penulis lahir di Jakarta. Seorang ibu rumah tangga yang sedang berusaha kembali mengasah talenta menulis dan belajar blogging.

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

Menyantap Sayur Lodeh, Sayur Lombok, dan Sambal Jenggot di Hari Raya

16 April 2021   05:15 Diperbarui: 16 April 2021   05:36 3262
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

11. Masukan daun bawang dan daun seledri hingga mendidih kembali.

12. Silahkan dihidangkan.

Sayur LombokĀ 

Sayur ini sering kami sebut dengan sebutan jangan lombok. Masakan ini menjadi menu ciri khas Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Menu ini disebut jangan lombok dikarenakan penggunaan cabai yang terbilang lebih banyak daripada bahan lainnya. Lombok adalah sebutan cabai di daerah Jawa. Hidangan ini kami santap ketika berkunjung ke rumah Eyang. Yuk, simak bahan-bahan dan proses pembuatannya sebagai berikut:

Bahan-bahan:

1. 1 buah tempe (ukuran 10x20 cm)

2. 15 siung bawang merah

3. 8 siung bawang putih

4. 250 gram cabai hijau keriting

5. 1 ons cabai merah keriting

6. 1 lonjor petai

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun