Seorang bapak-bapak berkumis pada umumnya yang kebetulan berprofesi sebagai Asisten Peneliti lepas di beberapa lembaga penelitian. Selain itu saya juga mengelola dan aktif menulis di blog mbahcarik.id
Cerpen: Pak Bambang dalam Teknologi
Kekacauan tidak berhenti di situ. Ketika ia mencoba menggunakan aplikasi peta untuk mencari jalan pulang, ia malah tersesat di gang-gang sempit yang tidak dikenalnya. Ia berputar-putar seperti gasing, hingga akhirnya ia menemukan dirinya di depan sebuah toko elektronik yang ramai.
Di dalam toko itu, ia melihat berbagai macam perangkat elektronik yang berkilauan. Ada televisi layar datar yang besar, ponsel pintar dengan berbagai warna, dan speaker-speaker yang mengeluarkan suara musik yang aneh. Pak Bambang merasa seperti berada di dalam dunia lain.
Tiba-tiba, sebuah suara memanggil namanya, "Pak Bambang?"
Pak Bambang menoleh, dan melihat seorang wanita muda dengan rambut berwarna-warni tersenyum padanya.
"Saya asisten virtual Pak Bambang," kata wanita itu, suaranya terdengar dari sebuah speaker kecil di dekatnya.
Pak Bambang terkejut. "Asisten virtual? Kamu bisa bicara?"
"Tentu saja, Pak. Saya bisa melakukan apa saja untuk Pak Bambang."
Pak Bambang menatap speaker kecil itu dengan curiga. Ia tidak percaya bahwa sebuah benda kecil bisa berbicara.
"Baiklah," katanya, "kalau begitu, tolong antarkan saya pulang."
"Tentu, Pak Bambang. Tapi, sebelum itu, Pak Bambang harus menyelesaikan pesanan ikan Bapak."
Pak Bambang menghela napas panjang. Ia tahu, petualangan teknologinya belum berakhir. Tiba tiba, asisten virtual tersebut mengeluarkan suara yang berbeda, suara yang berat dan dalam, dan berkata "Pak Bambang, anda harus kembali".
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025