Taufiq Agung Nugroho
Taufiq Agung Nugroho Penulis

Seorang bapak-bapak berkumis pada umumnya yang kebetulan berprofesi sebagai Asisten Peneliti lepas di beberapa lembaga penelitian. Selain itu saya juga mengelola dan aktif menulis di blog mbahcarik.id

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

Cerpen: Pak Bambang dalam Teknologi

4 April 2025   06:51 Diperbarui: 4 April 2025   06:51 151
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen: Pak Bambang dalam Teknologi
Ilustrasi Cerpen: Pak Bambang dalam Teknologi (Sumber: Gemini AI)

Kekacauan tidak berhenti di situ. Ketika ia mencoba menggunakan aplikasi peta untuk mencari jalan pulang, ia malah tersesat di gang-gang sempit yang tidak dikenalnya. Ia berputar-putar seperti gasing, hingga akhirnya ia menemukan dirinya di depan sebuah toko elektronik yang ramai.

Di dalam toko itu, ia melihat berbagai macam perangkat elektronik yang berkilauan. Ada televisi layar datar yang besar, ponsel pintar dengan berbagai warna, dan speaker-speaker yang mengeluarkan suara musik yang aneh. Pak Bambang merasa seperti berada di dalam dunia lain.

Tiba-tiba, sebuah suara memanggil namanya, "Pak Bambang?"

Pak Bambang menoleh, dan melihat seorang wanita muda dengan rambut berwarna-warni tersenyum padanya.

"Saya asisten virtual Pak Bambang," kata wanita itu, suaranya terdengar dari sebuah speaker kecil di dekatnya.

Pak Bambang terkejut. "Asisten virtual? Kamu bisa bicara?"

"Tentu saja, Pak. Saya bisa melakukan apa saja untuk Pak Bambang."

Pak Bambang menatap speaker kecil itu dengan curiga. Ia tidak percaya bahwa sebuah benda kecil bisa berbicara.

"Baiklah," katanya, "kalau begitu, tolong antarkan saya pulang."

"Tentu, Pak Bambang. Tapi, sebelum itu, Pak Bambang harus menyelesaikan pesanan ikan Bapak."

Pak Bambang menghela napas panjang. Ia tahu, petualangan teknologinya belum berakhir. Tiba tiba, asisten virtual tersebut mengeluarkan suara yang berbeda, suara yang berat dan dalam, dan berkata "Pak Bambang, anda harus kembali".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

Nunggu Bedug Makin Seru di Bukber Kompasianer

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.

Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun