Seorang bapak-bapak berkumis pada umumnya yang kebetulan berprofesi sebagai Asisten Peneliti lepas di beberapa lembaga penelitian. Selain itu saya juga mengelola dan aktif menulis di blog mbahcarik.id
Cerpen: Pak Bambang dalam Teknologi
Tiba-tiba, asisten virtual itu berkata, "Pak Bambang, ada filter wajah baru yang lucu. Mau coba?"
Pak Bambang tertawa. "Baiklah, kalau begitu. Tapi jangan yang aneh-aneh, ya."
Layar televisi itu berkedip, dan wajah Pak Bambang berubah menjadi wajah kucing dengan kumis panjang dan telinga runcing. Cucu-cucunya tertawa terbahak-bahak, dan Pak Bambang ikut tertawa, merasa seperti anak kecil lagi.
Malam itu, di bawah langit yang bertabur bintang, suara tawa dan musik keroncong memenuhi rumah joglo Pak Bambang. Teknologi, yang awalnya menjadi sumber ketakutan, kini menjadi sumber kebahagiaan. Dan Pak Bambang, seorang kakek tradisional, telah belajar untuk menerima perubahan zaman, dengan senyuman di wajahnya.
Baca cerpen lain:
- Lebaran Tanpa Kata
- Konspirasi Ketupat
- Di Antara Pusaran Laut Banda
- Cahaya Malam Lailatul Qadar
- Jalan Terakhir di Tapal Bumi
- Empat Wajah Agus
- Residu Bom Bali
- Rahasia di Balik Kabut
- Paranoia di Sungai Musi
- Azis dan BCL
- Waktu Maghrib di Kandeapi
- Bisikan di Lift Kosong
- Jerat Kawin Kontrak
- Delusi
- Luka dalam Cinta
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025