RAMADAN

Mesin dan Hasrat untuk Mengetahui

27 Maret 2024   11:58 Diperbarui: 3 April 2024   11:04 1226
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Mesin dan Hasrat untuk Mengetahui
Robot Manusia (sumber gambar: beritasatu.com)

Ada saatnya nafsu harus dikekang sebagai syarat untuk melihat bahwa nafsu serakah sebagai nafsu yang lain itu nyata. Kita akan paham jika hasrat untuk mengetahui sudah ada sejak mesin primitif. 

Suatu mesin dalam bentuknya sendiri. Mesin yang masih alami. 

Di era medsos ini, kita akan tahu jika mesin primitif dan mesin modern sudah repot dibedakan. Di situlah, saya akan yakin, hasrat untuk mengetahui atau hasrat untuk kuasa. Saya kira, saya ada di sekitar mesin. Suatu mesin yang berkuasa. Hasrat memang ada di dalam dirinya sendiri.

Suatu hasrat akan dihancurkan ketika ia bercampur-aduk dengan selera rendah hingga nafsu serakah. Tepat di atas fenomena hasrat, maka saya menyatu dengan mesin saat saya menerobos ruang benda-benda.

Mesin, Hasrat, dan Sensasi

Wah, masih keterlibatan “mesin.”  Hasrat bersama tubuh. Ia sejenis mesin dari hasrat yang menubuh. 

Aliran hasrat ditopang oleh tubuh. Suatu tubuh yang berlipatganda setelah berserakan. Tetapi, dalam mesin yang dilihat secara sangat istimewa. Pengetahuan tentang tubuh menjelma mesin yang termolukerisasi. Ia tidak lebih daripada jaringan “mekanisme hasrat yang menubuh.”

Suatu tubuh dalam bentuk “mesin tanpa tubuh,” yaitu dari tubuh murni atau alamiah menjadi tubuh artifisial. Kata lain, hasrat yang menubuh sebanyak mesin virtual. 

Saya ada melalui mesin virtual. Hasrat untuk mengetahui datang dari mesin virtual. 

Medsos, Google atau internet, dan ruang siber lainnya sebagai mesin virtual. Saya ada dengan tubuh untuk menghidupkan sesuatu yang belum diketahui sama sekali bisa diubah dengan hasrat saling menopang dengan tubuh. Karena hasrat seiring dengan tubuh, maka keduanya hanya sampai kepada dirinya sendiri. Ia hanya meniru dan menampilkan sesuatu dalam mesin artifisial, sekalipun tiruan dan penampilan luar tidak jauh berbeda dengan tubuh bahkan hasrat. 

Saya kira, dari satu mesin ke mesin untuk mengetahui tanpa lelucon. Ia adalah mesin super dahsyat di luar pengetahuan sebelumnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
  15. 15
  16. 16
  17. 17
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun